Kabar: Kejelasan Wisuda ITB di Masa Pandemi

0

Wisuda ITB, Bagaimana Kabarnya?

Wisuda ITB menjadi salah satu acara besar yang terhambat karena adanya pandemi COVID-19. Selepas melewati Wisuda April dengan segala tantangannya ITB kini akan segera menghadapi Wisuda Juli. 

Wisuda April yang (Akhirnya) Tuntas

Polemik Wisuda April akhirnya dapat dikatakan usai pada awal Juli ini. Mulanya, jagat Twitter diramaikan dengan utas salah seorang mahasiswi—yang lulus April lalu—yang menggugat pihak ITB. Dalam utasnya, ia mengaku bahwa hingga utas tersebut dibuat (2/7), belum ada kejelasan soal pengambilan ijazah asli.

“Nggak ada wisuda online, aku nggak masalah. Nggak ada wisuda pengganti, aku nggak masalah. Tetapi, [tolong penuhi]hak kami,” jelas Tri Yanti (DI‘13)—pembuat utas tersebut—ketika kami wawancara. Saat itu, wisudawan April baru mendapat ijazah digital dan belum mendapatkan ijazah asli. 

“Kita tuh bener-bener bingung juga, sih,” ungkap Tri. Ia memaparkan bahwa status kelulusannya pernah diragukan oleh bagian Human Resource Development suatu perusahaan karena nomor ijazah yang tertera pada ijazah digital belum terdaftar di situs web Dikti. Di laman yang sama, Tri masih berstatus sebagai mahasiswa. Setelah diberi tahu, Tri lantas mengecek sendiri nomor ijazahnya di situs web Dikti. Ternyata memang tidak terverifikasi. Akhirnya, ia meminta surat dari pihak program tudi terkait untuk menyatakan kelulusannya.

“[Sebetulnya] nggak apa-apa misal ijazah online bisa digunakan, nggak masalah,” terang Tri. “Tapi kalau ijazah online yang disarankan oleh ITB ini tidak berfungsi dengan baik, terus kita harus gimana?” 

Untungnya, keluhan Tri dan mahasiswa lain tampaknya langsung terdengar. Keesokan harinya (3/7), mereka diberitahu kejelasan soal pengambilan ijazah dan kelengkapan wisuda yang disebar melalui group chat wisudawan, sebagai berikut:

Pengambilan ijazah dan kelengkapan wisuda bagi peserta Wisuda April 2020 sudah dapat dilakukan mulai 6 Juli 2020,

dengan cara mendaftar terlebih dahulu di SIX pada laman:

Alumni > Menu > Pengambilan Ijazah

Persyaratan pendaftaran adalah sebagai berikut:

  1. Sudah mengisi form pilihan paket kelengkapan wisuda
  2. Sudah melakukan pembayaran sesuai paket kelengkapan yang dipilih
  3. Tidak ada kasus akademik maupun non-akademik yang belum diselesaikan

Informasi umum:

  1. Pengambilan ijazah dilakukan di Gedung Annex ITB lt. 1, Jalan Tamansari No. 64, Bandung.
  2. Jika terlambat, harap memilih ulang di waktu yang akan datang.
  3. Pelayanan dapat dihentikan sementara dengan mempertimbangkan aspek kesehatan.
  4. Tidak disediakan parkir kendaraan.
  5. Harap memakai masker dan mengikuti protokol COVID-19.
  6. Masuk dari gerbang Jalan Sulanjana.
  7. Segera tinggalkan lingkungan Gedung Annex setelah proses selesai.

Pengambilan ijazah dapat diwakilkan dengan persyaratan:

  1. Surat Kuasa dengan materai Rp 6000
  2. Fotokopi KTP pemilik ijazah dan penerima kuasa

Jika tidak dapat mengambil sebelum tanggal 30 Juli 2020, Anda dapat mengambil pada kesempatan berikutnya dengan jadwal yang akan diumumkan pada awal Agustus 2020.

Tri dan para wisudawan April yang membutuhkan ijazah asli dengan segera akhirnya bisa bernafas lega setelah pemberitahuan ini diumumkan.

Warta Wisuda Juli

Di samping polemik Wisuda April yang berlarut-larut, Wisuda Juli hampir menemui puncaknya. Akhir-akhir ini, “Wisjul” merupakan kata yang tak asing lagi bagi massa kampus. Hal ini berawal dari press release yang dikeluarkan oleh Kabinet KM ITB (7/6) mengenai pembentukan Panitia Parade Wisuda Juli dan pengambilan keputusan terkait perayaan Wisuda Juli 2020 dengan format khusus secara daring. Selang beberapa saat, Panitia Parade Wisuda Juli 2020 telah gencar melakukan pensuasanaan dua arah di berbagai media sosial dengan melibatkan massa kampus di dalamnya serta diikuti oleh himpunan yang segera membentuk kepanitiaan Wisuda Juli masing-masing.

Press Release Kabinet KM ITB mengenai Parade Wisuda Juli 2020
Sumber: Akun Twitter Kabinet KM ITB (@km_ITB)

“Tujuan kita mau perjuangin hak wisudawan, sih. Biar kata walaupun online, setiap wisudawan tetap mendapat kesempatan yang sama untuk diapresiasi,” jelas Pocut (PL’18), selaku Event Manager Parade Wisuda Juli 2020. Selain itu, berbagai pre-event seperti “Wisjul Classroom”, “Game Night”, “Mini Competition, “Nobar”, dan lain sebagainya dilakukan untuk membangun kembali atmosfer yang sempat hilang di tengah pandemi ini. Sesuai yang telah dijelaskan sebelumnya, acara-acara tersebut diselenggarakan secara daring dengan memaksimalkan platform yang ada. “Semoga bisa meng-engage massa sampai ke acara puncaknya,” lanjut Pocut.

Kalender Wisuda Juli
sumber: Akun Twitter Parade Wisuda ITB (@paradewisudaitb)

Konser amal yang digadang-gadang pun akan diselenggarakan oleh panitia sebagai  acara puncak pada tanggal 18 Juli mendatang, dan dua hari sebelumnya akan diselenggarakan Mimbar Bebas sebagai pengganti arak-arakan yang sudah menjadi salah satu budaya di ITB. 

Kekosongan jadwal pada tanggal 17 Juli 2020 menjadi pertanyaan bagi sejumlah massa kampus. Pasalnya, “Kalender Pendidikan Institut Teknologi Bandung” mencatat Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2019/2020 akan diselenggarakan pada tanggal 17-18 Juli 2020. Namun nyatanya, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai hal tersebut. Harapan semu ini tak hanya dirasakan oleh para calon wisudawan Juli, tetapi juga Panitia Parade Wisuda Juli. Dibalik gemuruh rangkaian acara Parade Wisuda Juli, terdapat dilema yang sedang menyelimuti para panitia.

“Belum ada tanggal pasnya untuk hari-H dari Rektorat. Jadi, untuk hari-H ini kita nyiapin beberapa plan sambil menunggu kepastian dari Rektorat tapi melihat keadaan yang sekarang, kita mengambil hipotesis terbesar kalo Rektorat tidak akan melakukan apapun [untuk hari-H]. Jadi, kita udah mulai ngerancang dan inisiasi untuk tanggal 17 dan 18 ini mau ngapain aja, istilahnya wisuda pengganti lah,” jelas Ajeng (ME’18), selaku Chief Executive Parade Wisuda Juli 2020.

Terlepas dari permasalahan tanggal yang tak kunjung pasti, masih terdapat masalah mendasar lain yang belum tertangani. Hal seperti data para calon wisudawan Juli masih menjadi PR bagi para panitia. Ajeng memaparkan, “Kalo kepanitiaan terpusat ini kan sebenarnya based on HMJ. Nah, di sini kita cukup kesulitan mendata calon wisudawan yang non-himpunan. Makanya sebenarnya kita butuh data dari Rektorat mengenai hal itu.” Ia juga mengatakan pihaknya bahkan harus meminta data yang dimaksud secara langsung kepada Dikti, sehingga ia menitipkan pesan bagi wisudawan yang hendak mengikuti Wisuda Juli untuk mengisi bit.ly/formwisudawanjuli2020. “Selain itu, kita juga perlu tahu rektorat nanti bakal ngapain aja dan kita juga nggak ingin mendahului,” lanjutnya.

Belmart (TL’18), General Secretary Parade Wisuda Juli 2020, menambahkan, “Harapannya acaranya tetap bisa memberikan kesan dan apresiasi buat wisudawan dapat tersampaikan dengan baik, meskipun di tengah pandemi kayak gini. Istilahnya wisudawan tuh kayak VVIP gitu, lah, di acara ini.” Panitia juga mengharapkan partisipasi penuh dalam serangkaian acara ini dari para wisudawan. 

Selain wisudawan Juli, serangkaian prosesi daring ini juga diperuntukkan bagi wisudawan April. Hal ini dikarenakan pada April lalu, wisudawan terpaksa harus puas atas nihilnya selebrasi dan apresiasi akibat kebijakan awal pandemi. Dengan ini, wisudawan April harapannya akan kembali mendapatkan haknya dan turut memeriahkan rangkaian Parade Wisuda Juli 2020.

Diperlukan kejelasan secepat mungkin agar seluruh pihak dapat bekerja sama dan memfasilitasi hak-hak para wisudawan. Di sisi lain, semoga masalah yang terjadi di Wisuda April 2020 tidak terulang kembali dan semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kesalahan sebelumnya.

Kontributor: Humaira Fathiyannisa (TL’18) dan Rachmadini Melita Trisnasiwi (AR’18)
Editor: Farah Kartika Dewi (OS’18)
Foto Sampul: Dokumentasi Muhammad Cikal Merdeka (FI’18) dan dimodifikasi oleh George Michael (AR’18)

Share.

Leave A Reply