Kepindahan Mahasiswa ITB Cirebon Angkatan 2018 dan 2019

1

Kepindahan mahasiswa ITB Cirebon telah memasuki babak baru. Kamis (16/1) lalu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) periode 2015-2020, Bermawi Priyatna Iskandar secara resmi mengumumkan kepindahan mahasiswa ITB Cirebon angkatan 2018 dan 2019 ke Kampus ITB Cirebon yang berlokasi di Kecamatan Watubelah dan Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon pada Agustus 2020 mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan di hadapan seluruh mahasiswa ITB Cirebon angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019 bertempat di GKU II Kampus ITB Jatinangor.

Dalam pemaparannya, Bermawi menyampaikan bahwa program studi yang dibuka di ITB Kampus Cirebon hingga saat ini, yakni Teknik Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota, Kriya, dan Teknik Geofisika nantinya akan disebut sebagai Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). PSDKU dibuka dalam rangka menambah kapasitas ITB. Pada Agustus 2020 mendatang, program studi Teknik Perminyakan, Teknik Pertambangan, dan Oseanografi akan turut dibuka di ITB Kampus Cirebon.

Info kepindahan mahasiswa ITB Cirebon angkatan 2018 dan 2019 rupanya mengejutkan berbagai pihak. Pasalnya, sekalipun informasi mengenai kepindahan mahasiswa ITB Cirebon pada Agustus 2020 mendatang telah disampaikan oleh WRAM pada pertemuan sebelumnya pada tanggal 9 Maret 2018, desas-desus yang beredar di antara mahasiswa ialah bahwa kepindahan mahasiswa ITB Cirebon batal dilaksanakan pada tahun 2020. Hal tersebut berkaitan dengan isu terkendalanya Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bangunan ITB Cirebon.

Isu tersebut juga dibenarkan oleh Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa (MWA-WM) ITB, Faisal Alviansyah Mahardhika (FI’15) yang akrab disapa Acle. Pembangunan ITB Cirebon memang sempat terkendala oleh kesulitan penerbitan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantu mempercepat keluarnya surat tersebut. Dengan adanya surat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mencairkan dana kurang lebih Rp 75 miliar untuk pembangunan Kampus ITB Cirebon.

 

Mengapa Angkatan 2018 dan 2019?

Di samping itu, informasi kepindahan mahasiswa ITB Cirebon juga mengejutkan karena angkatan 2016 dan 2017 rupanya tidak diikutsertakan untuk pindah ke Kampus ITB Cirebon, melainkan ke Kampus ITB Ganesha. Bermawi menyampaikan hal tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai pertimbangan.

“Informasi yang sampai ke adik-adik itu informasi yang berasal dari pertemuan rektor ITB dengan Presiden KM ITB. Pada saat itu, Pak Rektor (Kadarsah -red) menyatakan kalau nanti pindah jangan pindah sebagian-sebagian tapi harus pindah seluruhnya. Pak Rektor pada saat itu murni menekankan aspek kebersamaan, jangan sebagian-sebagian. Namun dalam perjalanannya, kita mempertimbangkan, tadi direktur pendidikan menyampaikan, bahwa banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Di antaranya ialah akreditasi,” ujar Bermawi.

Saat ini, program studi ITB Cirebon masih dianggap sebagai kelas paralel dari kampus utama sehingga akreditasinya masih sama dengan prodi kampus utama. Namun, menurut Bermawi, jika angkatan 2016 turut dipindahkan ke Kampus ITB Cirebon, maka akreditasi program studi ITB Cirebon sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017 tentang PSDKU ialah C. Adapun reakreditasi dilakukan paling lama dalam waktu 2 tahun. Demikian pula halnya jika angkatan 2017 turut dipindahkan ke Kampus ITB Cirebon maka akreditasi yang didapatkan ialah C mengingat bahwa dalam kurun waktu 6 bulan (setelah Agustus 2020) fasilitas akademik untuk kebutuhan reakreditasi belum dapat terealisasi. Berbeda halnya jika angkatan 2018 dipindahkan, maka terdapat peluang besar bahwa akreditasi yang didapatkan ialah minimal B mengingat kondisi ITB Cirebon telah memiliki lulusan.

Terkait hal tersebut, Acle menyampaikan bahwa jika kepindahan mahasiswa ITB Cirebon dilihat dari sisi pemangku kebijakan—dalam hal ini rektorat, kepindahan mahasiswa ITB Cirebon harus dilakukan secepatnya agar program studi yang ada di ITB Cirebon segera mendapatkan akreditasi yang baik. Namun, jika hanya melihat dengan kacamata tersebut, mahasiswa ITB Cirebon khususnya angkatan 2018 dan 2019 ini seolah-olah menjadi korban atas kebijakan yang diambil. Menurutnya, fasilitas akademik maupun non-akademik di Kampus ITB Cirebon belum dapat dipastikan layak digunakan. 

Sementara itu, Gubernur Multikampus Kabinet ‘Baracita’ KM ITB, Syafira Pramesti (TB’15) menyampaikan bahwa hal yang disayangkan dari proses kepindahan mahasiswa ITB Cirebon ialah ketidaktransparanan rektorat mengenai progress kepindahan sehingga banyak informasi simpang siur yang beredar di antara mahasiswa. Padahal, upaya persiapan kepindahan merupakan hal yang sangat penting dan perlu dilakukan secepatnya.

 

Bagaimana Langkah yang akan Dilakukan MWA-WM, Karesidenan Multikampus, dan Kongres KM ITB?

Menanggapi informasi yang telah disampaikan oleh WRAM ITB periode 2015-2020, MWA-WM, Karesidenan Multikampus Kabinet ‘Baracita’ KM ITB, dan Kongres KM ITB telah memiliki rencana yang akan dilakukan sebagai upaya mempersiapkan kepindahan mahasiswa ITB Cirebon. Jika nantinya fasilitas penunjang akademik maupun non-akademik benar-benar belum siap ataupun belum layak digunakan, Acle menyampaikan bahwa perlu dilakukan penolakan terhadap kepindahan hingga seluruh fasilitas sudah dapat digunakan dengan baik. Hal tersebut akan dicoba untuk disampaikan Acle ke pihak-pihak terkait yakni WRAM dan Rektor ITB.

Sementara, Syafira menyampaikan bahwa Karesidenan Multikampus akan mencoba berdiskusi dengan himpunan-himpunan mahasiswa ITB Cirebon terkait rencana yang akan dilakukan masing-masing lembaga dan isu kaderisasi. Di samping itu, Karesidenan Multikampus akan memperhatikan isu kebutuhan dasar terutama akademik dan penunjang akademik. Karesidenan Multikampus akan mencoba upaya advokasi terkait kebutuhan dasar tersebut. Mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) Cirebon 2020 yang nantinya akan berkuliah di ITB Jatinangor juga akan menjadi salah satu fokus Karesidenan Multikampus.

Kondisi kemahasiswaan bagi mahasiswa ITB Kampus Cirebon yang nantinya akan benar-benar mengalami perubahan telah menjadi poin bahasan dalam Kongres KM ITB khususnya Komisi Perbaikan Sistem. Perubahan kondisi kemahasiswaan tersebut akan terjadi karena lokasi kampus yang jauh dari Kampus Ganesha sebagai kampus utama. Draf ajuan sistem yang mengakomodasi entitas mahasiswa ITB Cirebon telah disusun sejak sebelum adanya informasi resmi yang disampaikan oleh WRAM ITB. Berkaitan dengan informasi resmi yang disampaikan oleh WRAM ITB periode 2015-2020, Senator HMP Pangripta Loka ITB sekaligus anggota Komisi Perbaikan Sistem Kongres KM ITB, Jefri Deliandri (PL’16) menyampaikan bahwa Komisi Perbaikan Sistem tetap berpegang pada draf yang telah disusun. Menurut Jefri, draf tersebut masih relevan terhadap informasi resmi yang disampaikan WRAM ITB dan tidak terlalu memberikan dampak khususnya kepada KM ITB. Jefri menyampaikan bahwa sistem yang dibentuk nanti akan tetap mewadahi hak dan kewajiban mahasiswa ITB Cirebon sebagai anggota biasa KM ITB. Kemungkinan besar bahasan multikampus juga akan menjadi poin tambahan pada Arahan Kerja (AK) dan Garis Besar Haluan Program (GBHP) yang telah ditetapkan.

“Insha Allah untuk dalam waktu dekat ini kita akan Sidang Istimewa Kongres yang untuk mengamademen penambahan pasal multikampus pada AD/ART dan Konsepsi KM ITB,” ujar Jefri.

 

Penulis: Naretta Veronica (PL’17)

Editor: Michael Hananta Utomo (BE’16)

Share.

1 Comment

  1. Pingback: Kongres Mengamandemen Konsepsi dan AD/ART untuk Sistem Multikampus

Leave A Reply