Forestshare: Hutan Sebagai Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Indonesia

0

ganecapos.com, ITB Jatinangor−Sabtu, 16 Februari 2019, Seminar Forestshare 3: Forest for National Food Security, telah berlangsung di GKU 2 Kampus ITB Jatinangor. Acara yang dipersembahkan oleh Himpunan Mahasiswa Rekayasa Kehutanan HMH ‘Selva’ ITB ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama dalam bidang kehutanan serta kaitannya dengan ketahanan pangan.

Seminar Forestshare ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Rimbawan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pemukulan gong sebagai bentuk simbolis dimulainya acara. Seminar ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama bertajuk kebijakan sektor kehutanan dalam membantu mewujudkan ketahanan pangan yang dimoderatori oleh Dr. Hikmat Ramdan. Dalam sesi ini, pembicara pertama yaitu Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc, selaku Dirjen Perhutanan Sosial menjelaskan tentang kebijakan ketahanan pangan yang tercantum dalam PP No. 68 Tahun 2002 dan kaitannya dengan kontribusi perhutanan sosial dalam ketahanan pangan.

Masih dalam sesi pertama, penjelasan dilanjutkan oleh Ir. H. Koesniawan selaku Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat yang menggantikan H. Mochammad Ridwan Kamil S.T, M.U.D, Gubernur Jawa Barat yang berhalangan hadir. Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat hanya memiliki 22% kawasan hutan dari 30% jumlah yang diharuskan. Dijelaskan lebih lanjut, inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perhutanan selama periode 2018-2021 secara tidak langsung berdampak pada ketahanan pangan di Jawa Barat. Pembahasan dilanjutkan oleh pembicara ketiga, Dr. H. Henry Purnomo, tentang peran serta Perhutani dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab.

Seminar dilanjutkan dengan sesi kedua bertajuk pemanfaatan kawasan hutan sebagai sumber pangan, dengan moderator Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut, M.P. Seminar sesi kedua ini diisi oleh Mulia Nurhasan, M.Sc, B.Sc., yang menjelaskan tentang ketahanan pangan dalam berbagai konteks serta kaitannya dengan perubahan pola konsumsi pangan yang berdampak pada masyarakat Indonesia dan global. Mulia menyebutkan, perubahan ini diakibatkan oleh deforestasi.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh Nathasi Fadhlin, perwakilan Kemangteer Jakarta yang menjelaskan mengenai penanaman bakau (mangrove) di pesisir Jakarta dan dampaknya terhadap ketahanan pangan warga sekitar. Pembicara terakhir sesi ini, Rita Mustikasari, menjelaskan berbagai macam kreasi makanan lokal yang digabungkan dengan bahan makanan yang diperoleh dari hutan.

Pameran pada kegiatan Seminar Forestshare

Selain acara seminar, terdapat juga Forest Expo, pameran dari HMH Selva dan VASA ITB yang menampilkan pemutaran film, pameran hasil hutan, dan foto-foto yang didapat selama studi lapangan pada berbagai wilayah di Indonesia. Seminar ini juga dibubuhi dengan lomba yang bisa diikuti oleh peserta dan kalangan umum. Rangkaian Seminar Forestshare ini berakhir setelah ditutup oleh MC. (PFI)

Share.

Leave A Reply