Konferensi Pers SM-ITB 2019: Seleksi Mandiri Telah Pasti Diadakan?

1

Bandung—pada Senin (10/12) pukul 14.00 siang ini, Direktorat Eksekutif Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa (DEKTM) ITB mengadakan konferensi pers terkait Seleksi Mandiri (SM-ITB) ITB. Konferensi pers tersebut mengundang media-media nasional untuk meliput pemaparan mengenai hal tersebut.

Mindriany Syafila, Direktur Eksekutif Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa dan Kerjasama Pendidikan ITB menyatakan bahwa pada tahun 2019, ITB berencana akan menyelenggarakan SM-ITB sebagai jalur masuk ITB selain SNMPTN dan SBMPTN.

Kuota jalur SM ini adalah 20% dari keseluruhan mahasiswa baru yang diterima. Sedangkan, kuota mahasiswa yang diterima melalui SBMPTN dan SNMPTN masing-masing sebesar 40%. Khusus untuk FSRD, kuotanya adalah 30% dari SM, 30% dari SNMPTN, dan 40% dari SBMPTN.

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan ITB untuk menyelenggarakan SM-ITB tahun 2019. Yang pertama adalah pada tahun 2019 nanti, ujian keterampilan bagi calon mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) akan digantikan dengan pengumpulan portofolio. Dengan dihilangkannya ujian keterampilan ini, menurut Mindriany, salah satu kriteria yang diperlukan oleh mahasiswa FSRD akan berkurang, yaitu kreativitas spontan.

Ada 2 jenis portofolio yang harus dikirim. Portofolio yang pertama berupa gambar. Laman resmi SM-ITB akan memberikan instruksi mengenai gambar yang harus dibuat, lalu calon mahasiswa harus mengunggah gambarnya dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Agar penilaiannya tetap terjamin, dalam proses penilaian portofolio, ada proses verifikasi. Calon mahasiswa FSRD yang gambarnya dianggap memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahap verifikasi. Calon mahasiswa akan diminta menggambar ulang kembali gambar yang sudah diunggah. Portofolio yang kedua adalah karya bebas sesuai dengan jurusan yang diinginkan. Namun, portofolio ini dirasa belum cukup.

“Kalau dengan portofolio kan, mereka punya waktu untuk mengembangkan jawaban. Sementara, di Ujian Keterampilan itu langsung membuat. Nah, kreativitas inilah yang kemudian akan hilang untuk sebagian mahasiswa FSRD.” tutur Mindriany. SM-ITB diperlukan FSRD agar mahasiswa FSRD tetap memenuhi seluruh kriteria.

Hal kedua yang menjadi pertimbangan diadakannya SM-ITB ITB 2019 adalah untuk memberikan kesempatan ketiga bagi calon mahasiswa yang ‘salah strategi’ dalam memilih jurusan. Masih banyak mahasiswa yang sebenarnya nilainya cukup untuk masuk ITB, namun ‘salah’ memilih fakultas atau sekolah yang passing grade-nya terlalu tinggi.

“Jadi, dengan adanya batasan-batasan itu, akan banyak calon mahasiswa yang berpotensi menjadi mahasiswa ITB dan prestasinya sangat tinggi—kami prediksi akan sangat tinggi—itu terlempar, tidak bisa menjadi mahasiswa ITB. Oleh karena itu, ada kesempatan ketiga, yaitu seleksi mandiri.”

Yang ketiga, SM-ITB diadakan agar ada kesempatan yang berimbang dan adil bagi seluruh calon mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, hal ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan jumlah calon mahasiswa yang berasal dari daerah tertentu.

Seleksi mandiri ini dilaksanakan setelah SNMPTN dengan SBMPTN. Tentunya akan ada rekam jejak di SNMPTN dan SBMPTN yang akan dijadikan pertimbangan dalam melakukan SM-ITB. SM-ITB dapat diikuti oleh siapa saja asalkan orang tersebut mengikuti SBMPTN sebelumnya. Hal ini dikarenakan nilai UTBK yang didapat dari SBMPTN dapat digunakan saat SM-ITB. Sementara, calon mahasiswa FSRD yang mengikuti SM-ITB akan datang ke ITB untuk mengikuti Ujian Keterampilan di hari yang sudah ditentukan.

Biaya untuk mengikuti SM-ITB adalah sebesar Rp100.000,00 dan Rp150.000,00 bagi calon mahasiswa FSRD. Pendaftaran SM-ITB dibuka pada 15 Juni 2019 sampai dengan 12 Juli 2019. Pelaksanaannya dilakukan pada 13-14 Juli 2019, setelah pengumuman SBMPTN pada 9 Juli 2019.  Sedangkan, hasilnya diumumkan pada 18 Juli 2019.

Uang Kuliah Tunggal bagi mahasiswa yang masuk ke ITB melalui jalur SM-ITB sama dengan mahasiswa yang masuk melalui SNMPTN dan SBMPTN. Begitupun dengan subsidi UKT, mahasiswa yang masuk melalui SM-ITB berhak meminta pengurangan seperti mahasiswa lainnya.

Konferensi pers yang diadakan adalah konferensi tertutup yang hanya dapat dihadiri oleh media-media eksternal yang diundang oleh ITB. Media kampus di ITB tidak dapat mengikuti konferensi ini. Untuk media kampus ITB, konferensi pers  akan diselenggarakan setelah pleno MWA ITB pada tanggal 14 Desember 2018. Alasan alokasi waktu yang berbeda ini adalah untuk memberikan kesempatan bertanya lebih luang, kendati mahasiswa yang siang tadi telah datang dan meminta izin masuk dengan syarat tidak memberikan pertanyaan pun tetap tidak diizinkan. Ganeca Pos akan terus mengiringi perkembangan SM-ITB, nantikan artikel selanjutnya!

 

Kontributor:
Humaira Fathiyannisa (FTSL’18) dan Haura Zidna Fikri (PL’16)

Share.

1 Comment

  1. “Biaya untuk mengikuti SM-ITB adalah sebesar Rp100.000,00 dan Rp150.000,00 bagi calon mahasiswa FSRD. Pendaftaran SM-ITB dibuka pada 15 Juni 2018 sampai dengan 12 Juli 2018. Pelaksanaannya dilakukan pada 13-14 Juli 2018, setelah pengumuman SBMPTN pada 9 Juli 2019. Sedangkan, hasilnya diumumkan pada 18 Juli 2018.”

    2018 atau 2019 min?

Leave A Reply