Hasil Referendum: Sah, Wali Melanjutkan Kepemimpinannya Sebagai K3M ITB 2018/2019

0

ganecapos.com, ITB—Pada Senin, 10 September 2018, dimulai pukul 19.30 WIB, telah dilaksanakan perhitungan Suara Referendum Penurunan Ketua Kabinet KM ITB di Basement CC Timur ITB. Perhitungan suara referendum diadakan dan dilaksanakan oleh Kongres KM ITB. Hasil perhitungan suara menunjukkan bahwa Ahmad Wali Radhi tetap melanjutkan kewajibannya sebagai K3M ITB 2018/2019.

 

Proses Perhitungan Suara Referendum Hingga Pengesahan TAP Kongres

Ahmad Wali Radhi (TA’14), Presiden KM ITB, turut hadir menyaksikan perhitungan suara referendum. Sebelum perhitungan, dilakukan validasi lembar presensi yang berisi tandatangan seluruh pemilih pada referendum kali ini. Validasi lembar presensi dilakukan oleh masing-masing Senator HMJ sesuai zona masing-masing. Terdapat sembilan zona pemilihan pada referendum kali ini, yaitu Barat Tengah, Barat Laut, Barat Daya, Tengan, Tenggara, Timur Jauh, Labtek Biru, Jatinangor, dan TPB. Proses validasi presensi berlangsung selama kurang lebih 25 menit. Diperoleh jumlah tanda tangan pemilih sebanyak 4813 tanda tangan. Dengan jumlah tanda tangan pemilih sebanyak 1498, TPB menyumbang tanda tangan pemilih paling terbanyak, disusul Zona Tengah yang terdiri atas HME, HMIF, HMF, HIMATIKA, Himastron, dan HMFT, yang menyumbang sebanyak 603 tanda tangan. Sementara Zona Barat Daya, yang terdiri atas HMM, KMPN, dan IMT, menyumbang tanda tangan paling sedikit yakni sebanyak 221 tanda tangan.

Setelah validasi, dilakukan perhitungan suara untuk setiap zonanya. Perhitungan suara dilakukan dengan menghitung kolom data pada Microsoft Excel yang berisi hasil ekspor dari program pemungutan suara. Suara berbentuk array data yang memiliki karakter “1” untuk yang memilih turun, “2” untuk yang memilih lanjut, “X” yang memilih untuk abstain atau tidak memilih. Perhitungan dilakukan dengan menghitung dari berkas Excel setiap zona.

Selisih suara “turun” dan “lanjut” pada Zona Barat terpantau sangat tipis. Selanjutnya, perhitungan suara dilanjutkan untuk Zona Jatinangor. Suara yang memilih Wali lanjut mendominasi Zona Jatinangor, dengan total perolehan 316 suara dari 495 suara. Hasil perhitungan suara referendum juga menunjukkan kecenderungan massa untuk memilih Wali lanjut pada Zona Labtek Biru dan Zona Tenggara.

Perhitungan suara dilanjutkan untuk zona Timur Jauh. Pemilih pada Zona Timur Jauh didominasi suara untuk menurunkan Wali, yakni sebesar 240 dari 405 suara.

Kemudian, dilakukan perhitungan suara dari zona TPB. TPB dibagi menjadi dua zona, TPB1 dan TPB2. Terdapat hal yang mengejutkan dari hasil perhitungan pemilih pada Zona TPB. Mahasiswa TPB 2018 dominan memilih “Wali lanjut” daripada “Wali turun”. DIperoleh 958 dari total 1506 suara TPB yang menginginkan Wali untuk melanjutkan amanahnya.

Hasil perhitungan suara pada akhirnya direkap. Wali berhak melanjutkan estafet kepemimpinannya setelah memperoleh 2770 suara yang menginginkan “Wali lanjut” dari 4846 total suara yang masuk. Sementara total suara yang menginginkan Wali turun adalah sebanyak 2078 suara. Terdapat suara abstain sebanyak 15 suara. Namun, terdapat galat 33 dari total suara, karena tanda tangan pemilih yang tervalidasi adalah sebanyak 4813 suara.

 

Hasil Referendum Penurunan K3M ITB 2018/2019. Wali dipastikan melanjutkan kepemimpinannya, Sumber: bit.ly/HasilReferendumKMITB

 

Perhitungan suara selesai, Wali terlihat tersenyum lega sembari bersalaman dengan massa kampus. Massa kampus yang berada di Basement CC Timur juga turut memberi selamat dan menyemangati Wali. Mekanisme referendum kemudian dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Kongres (SIK). Setelah dikeluarkannya TAP SIK 002 Tahun 2018 tentang Pengesahan Hasil Referendum Penurunan Ketua Kabinet KM ITB, Wali dipastikan melanjutkan kepemimpinan sebagai K3M ITB.

 

Wali: Saya Masih Gelisah

Ketika diwawancarai di Basement CC Timur setelah perhitungan suara, Wali mengungkapkan bahwa dirinya masih gelisah. “Gelisah dalam artian masih banyak pekerjaan rumah untuk KM ITB untuk pembenahan diri lagi. Ayolah, bersama-sama kita satukan lagi suara-suara kita. Karena yang menjadi ciri khas kemahasiswaan kita ini adalah kekeluargaannya—kekeluargaan mahasiswa, keluarga mahasiswa ITB,” pesan Wali.

 

Kontributor: Thariq Izzah Ramadhan (TI ’16), Rifqi Khoirul Anam (SI ’16), M. Fawwaz Abiyu Anvilen (TI ’17)

Share.

Leave A Reply