Gelar Wicara Mulih Milih, Ingatkan Pentingnya Pemilu Sebagai Momentum Perubahan

0

ganecapos.com, ITB—Jumat (1/6) lalu, bertempat di Aula Barat ITB, KM ITB mengadakan gelar wicara (talk show) bertajuk “Mulih Milih”. Gelar wicara tersebut mengundang ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung.

Gelar wicara “Mulih Milih” diselenggarakan oleh Kementerian Kebijakan Daerah, Kementerian Koordinator Sosial Politik Kabinet KM ITB. Acara ini dimoderatori oleh Menteri Koordinator Sosial Politik Kabinet KM ITB, Galih Norma Ramadhan (PL’14). Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan sambutan dari K3M ITB, Ahmad Wali Radhi (TA’14). Wali mengungkapkan bahwa Mulih Milih diadakan dalam rangka mempersiapkan diri untuk Pilkada serentak yang akhir Juni ini akan dilaksanakan. Persiapan yang ia maksud adalah pencerdasan mengenai betapa pentingnya Pilkada kali ini. Wali berujar bahwa Pilkada yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni tersebut merupakan momentum perubahan bagi Kota Bandung.

Mulih Milih dihadiri oleh calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut satu (Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat), calon wakil wali kota nomor urut dua (Aries Supriatna) dan calon wakil walikota nomor urut tiga (Yana Mulyana). Konsep acara yang dibawa saat Mulih Milih adalah gelar wicara, bukan debat. Ketiga pasangan calon tidak diperbolehkan melakukan kampanye pada saat Mulih Milih.

Gelar wicara sesi pertama dibuka dengan pertanyaan dari Galih kepada ketiga pasangan calon terkait permasalahan umum di Kota Bandung. Pada pertanyaan sesi kedua, ketiga pasangan calon dimintai pendapatnya terkait penegakan hukum tehadap penggusuran dan Kawasan Bandung Utara (KBU), serta kesadaran warga masyarakat terhadap berbagai peraturan yang telah dijalankan oleh pemerintah. Pertanyaan ketiga yang ditujukan kepada pasangan calon adalah terkait seperti apa gambaran Kota Bandung jika mereka terpilih.

Galih menutup gelar wicara dengan menanyakan pendapat ketiga pasangan calon terkait peran penting pemuda, khususnya mahasiswa ITB, dalam pembangunan Kota Bandung, khususnya pada Pilkada yang akan diselenggarakan 23 hari lagi.

“Mahasiswa ITB tidak apatis (dalam menggunakan hal pilih—red), diharapkan partisipasinya demi kemajuan Kota Bandung,” ujar Nurul Arifin, mewakili pasangan calon nomor urut satu.

“Jadikanlah pemilu sebagai momen untuk melakukan perubahan dan kebaikan. Jangan golput,” pesan Aries Supriatna sebagai perwakilan calon nomor urut dua.

“Harapannya, (mahasiswa—red) hadir (ke TPS—red) untuk menentukan pilihan,” imbuh Yana Mulyana, sebagai calon wakil wali kota Kota Bandung nomor urut tiga.

 

Reporter: Rifqi Khoirul Anam (SI’16) 

Share.

Leave A Reply