Bandrekan Wargi, Tapak Awal Kolaborasi KM ITB dan Masyarakat Coblong

0

Bandrekan Wargi dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi dan inisiasi kolaborasi antara KM ITB dan Kecamatan Coblong, Bandung (18/5). (RKA)

ganecapos.com, Bandung—Pada Jumat (18/05), bertempat di Kantor Kecamatan Coblong Kota Bandung, telah berlangsung acara Bandrekan Wargi dengan topik “Pemetaan Potensi dan Masalah Masyarakat Kampung Kota dalam Mendukung Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di tengah Masyarakat”. Pada acara ini, terdapat inisiasi kolaborasi dan pertukaran gagasan antara elemen Kecamatan Coblong dan perwakilan Kabinet KM ITB.

Acara yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan permasalahan masyarakat di berbagai wilayah di Kecamatan Coblong ini digagas oleh Kementerian Relasi Masyarakat dan Kementerian Inspirasi dan Kemitraan Karya Kabinet KM ITB. Acara Bandrekan Wargi ini dikemas dalam tiga mata acara. Mata acara pertama adalah pembukaan, lalu pemaparan oleh Kabinet KM ITB, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta diakhiri dengan tanya-jawab oleh perwakilan masyarakat Kecamatan Coblong dan Kabinet KM ITB.

Acara dimoderatori oleh Jefri Delandri (PL’16) dan dibuka pada pukul 08.30 WIB oleh perwakilan Kecamatan Coblong, Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Coblong, dan Pemerintah Kota Bandung. Perwakilan dari Pemerintah Kota Bandung mengungkapkan pada saat pembukaan bahwa pada tahun ini, RW 12 Kelurahan Dago direncanakan sebagai kampung wisata yang akan mengimplementasikan Teknologi Tepat Guna berupa bank sampah. Hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa RW 12 merupakan daerah padat penduduk dan sampah adalah salah satu masalah pokok di wilayah tersebut. Dengan bank sampah tersebut diharapkan masyarakat dapat langsung menyetor sampah dengan tidak dipilah terlebih dahulu.

Setelah sambutan oleh perwakilan dari Kecamatan Coblong, Ahmad Miftahul Anwar (MT’14) selaku Menteri Koordinator Sosial Masyarakat Kabinet KM ITB turut memberikan kata pembuka pada Bandrekan Wargi kali ini. Anwar berharap, lewat Bandrekan Wargi, Kabinet KM ITB dapat memetakan potensi dan masalah pada Kecamatan Coblong dengan baik. Selain itu, Bandrekan Wargi merupakan momen silaturahmi antara KM ITB dan warga di sekitar ITB.

Selanjutnya, perwakilan dari Kabinet KM ITB memberikan pemaparan mengenai konsep kampung kota, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Pemaparan pertama perihal kampung kota disampaikan oleh Eko Fajar Setiawan (PL’14). Eko berujar bahwa terdapat beberapa aspek dalam pengembangan kampung kota, yaitu pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Selain itu, kampung kota dapat menjadi kampung wisata yang menarik wisatawan apabila pemerintah mempertimbangkan dua hal utama, yaitu kelokalan dan rekayasa lingkungan.

Pemaparan kedua mengenai keranjang Takakura disampaikan oleh perwakilan dari U-Green ITB, Apriyadi Hegarto (MS’16). Pada pemaparannya, Apri berujar bahwa keranjang Takakura dapat menjadi jawaban atas permasalahan sampah dapur dari tumbuhan. Selain itu, perwakilan dari U-Green ITB ini juga menerangkan secara garis besar alternatif-alternatif lain dalam penanggulangan sampah rumah tangga, selain keranjang Takakura.

Muhammad Daffa Sultan Pasha (SI’16) selaku perwakilan dari Skhole ITB Mengajar menjelaskan pentingnya pendidikan anak dan remaja di Indonesia. Sultan menjelaskan latar belakang pendidikan di Indonesia yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dan menyoroti pendidikan Indonesia yang belum dirasakan oleh anak remaja karena masalah biaya. Sultan kemudian menjelaskan aktivitas Skhole ITB Mengajar yang lebih menitikberatkan pada pendidikan karakter. Sultan mengharapkan adanya kolaborasi antara KM ITB melalui Skhole ITB Mengajar dengan warga Kecamatan Coblong untuk membantu menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia.

Pemaparan terakhir dari KM ITB disampaikan oleh Meygantara Faozal Holieff (MB’18). Meygantara menjelaskan konsep ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Ia berujar bahwa ekonomi kreatif dapat diinisiasi dengan mengombinasikan beberapa hal. Selain itu, Kecamatan Coblong yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) merupakan daerah yang berpotensi sebagai target pengembangan ekonomi kreatif karena kebanyakan wisatawan menjadikan KBU sebagai destinasi pelancongannya. Mahasiswa Manajemen Bisnis tersebut juga memberikan sedikit tips bagi masyarakat Coblong yang tertarik untuk memulai usaha kreatif.

Sesi selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) dan tanya jawab antara pihak Kecamatan Coblong dan perwakilan Kabinet KM ITB. FGD dan sesi tanya jawab tersebut berjalan lancar. Perwakilan Kecamatan Coblong cukup proaktif dalam menjelaskan potensi dan masalah pada Kecamatan Coblong. Perwakilan Kabinet KM ITB juga menyambut hangat usaha prelude kolaborasi yang ditawarkan oleh perwakilan Kecamatan Coblong. Lewat Bandrekan Wargi ini, diharapkan terwujud kolaborasi nyata antara masyarakat Kecamatan Coblong dan KM ITB dalam mewujudkan teknologi tepat guna di Kecamatan Coblong.

Acara terakhir adalah foto bersama antara perwakilan Kecamatan Coblong dan KM ITB. Acara berlangsung lancar dan selesai pukul 11.30 WIB.

Bandrekan Wargi adalah salah satu program kerja yang digagas oleh Kementerian Relasi Masyarakat Kabinet KM ITB. Acara ini menjadi salah satu usaha Kabinet KM ITB dalam mewujudkan arah gerak sosial masyarakat untuk mewujudkan KM ITB yang memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar kampus ITB.

Kontributor: Rifqi Khoirul Anam (SI’16), Michael Hananta Utomo (BE’16)

Share.

Leave A Reply