Respon Baik Penyedia Jasa Keuangan terhadap Arahan Student Loan Presiden Jokowi

0

ganecapos.com—Beberapa pihak perbankan dan layanan keuangan berbasis teknologi digital (fintech) merespon baik inisiasi kredit pendidikan (student loan) dari Presiden Joko Widodo. Penawaran kredit pendidikan untuk mahasiswa muncul dari berbagai lembaga, yaitu Bank BRI, Bank BNI, Danadidikcom, dan Koinworks. Baru-baru ini, Bank Tabungan Negara (BTN) menggandeng 23 pendidikan tinggi di seluruh Indonesia sebagai mitra kerjasama produk kredit pendidikannya.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (kedua kiri) bersama Direktur Bank BTN Budi Satria, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, dan Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menekan layar sentuh dalam peluncuran Kredit Pendidikan BTN di Jakarta, Selasa (10/4). (sumber: http://www.aktual.com/bank-btn-luncurkan-kredit-pendidikan/)

Disadur dari jpnn.com, pada hari Selasa, 10 April 2018, PT Bank Tabungan Negara (BTN) resmi meluncurkan kredit pendidikan dengan plafon Rp 200 juta dan bunga flat 6,5 persen selama 5 tahun di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta. Menurut Direktur Utama Bank BTN, Maryono, BTN menargetkan akan menggandeng 101 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Bank BTN juga menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 23 perguruan tinggi di Indonesia. Peluncuran ini, selain untuk mendukung kebijakan pemerintah juga diadakan dalam mewujudkan partisipasi Bank BTN untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Peluncuran kredit Pendidikan BTN tersebut juga dilakukan dalam rangka merespon inisiasi student loan dari Presiden Joko Widodo. Disadur dari kontan.co.id, Jokowi menginisiasi student loan dalam pertemuan dengan para banker di Istana Negara pada hari Kamis (15/3) lalu. Inisiasi tersebut pun disambut baik oleh pihak perbankan, salah satunya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Hal ini dikarenakan student loan memang sedang bertumbuh cepat di luar negeri menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wiroatmojo.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, juga menyambut baik langkah perbankan dalam merespon arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia melalui kredit pendidikan. Disadur dari krjogja.com, Menristekdikti mengapresiasi setinggi-setingginya kepada Bank BTN dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa banyak orang tua yang tidak dapat menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, meskipun sudah disediakan anggaran sebesar Rp 4,9 triliun melalui beasiswa Bidik Misi. Namun, terkait kredit pendidikan, Nasir berharap kepada BTN agar memberikan “grace period” sehingga pokok pinjaman bisa dibayarkan saat sesudah mahasiswa mendapatkan pekerjaan. Nasir pun berharap agar bunga kredit pendidikan sebesar 0% sesuai UU no. 12 tahun 2012. Namun untuk saat ini, masih menunggu peraturan dari Menteri Koordinator Perekonomian.

Sebelum peluncuran Kredit Pendidikan BTN, sudah terdapat beberapa perbankan yang menyambut positif arahan Presiden Jokowi mengenai student loan tersebut. Disadur dari kontan.co.id, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan kredit pendidikan bernama Briguna Flexi Pendidikan pada Rabu (21/3) lalu di gedung Kemenristekdikti. Briguna Flexi Pendidikan ini memfokuskan pembiayaan untuk mahasiswa S-2 dan S-3 yang sudah memiliki penghasilan tetap dan dapat dinikmati dengan tenor kredit maksimal enam tahun untuk S-2 dan 10 tahun untuk S-3. Briguna Flexi menawarkan bunga yang ringan sebesar 0,7% per bulan atau sekitar 8,4% per tahun dengan kelonggaran waktu pembayaran dimana mahasiswa bisa membayar bunga berjalan selama masa kuliah. Untuk mendapatkan fasilitas kredit perbankan ini calon nasabah harus memenuhi sejumlah pesyaratan.

Sepekan setelah peluncuran Briguna Flexi Pendidikan, PT Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan BNI Fleksi Pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi pendidikan S1 hingga S3. Dalam program ini, BNI sudah menggandeng Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Persyaratan yang sama seperti Briguna Flexi Pendidikan yakni lampiran fotokopi KTP dan kartu keluarga, slip gaji, surat keputusan (SK) pengangkatan karyawan, dan surat rekomendasi juga diberlakukan. Persyaratan tersebut selayaknya mengajukan kredit tanpa agunan (KTA). Bunga kredit BNI Flexi Pendidikan sendiri sebesar 8,4% per tahun dengan plafon maksimal Rp 500 juta dan tenor pinjaman maksimal tiga tahun.

Selain perbankan, layanan uang berbasis teknologi digital atau financial technology (fintech) juga menawarkan berbagai macam kredit pendidikan. Disadur dari katadata.co.id, salah satu perusahaan fintech yang aktif memberikan solusi pembiayaan pendidikan adalah Dana Cita. Dana Cita yang baru berjalan dari setahun yang lalu telah memberi pinjaman kepada ratusan mahasiswa di 27 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selain Dana Cita, terdapat perusahaan lain yang turut aktif memberikan kredit pendidikan, yaitu DANAdidikcom. Platform DANAdidikcom ini memberikan fasilitas pembiayaan siswa dengan skema crowdfunding dengan pinjaman jangka panjang hingga 4 tahun dan model pembagian pendapatan. Perseroan fintech lain yang menawarkan kredit pendidikan adalah Koinworks, yang merupakan anggota Asosiasi Fintech Indonesia. Koinworks menjadi platform peer to peer (P2P) lending yang menghubungkan peminjam dengan pemberi dana secara online. Sejak 2015, Koinworks telah membiayai ratusan peserta didik dengan salah satu produknya yaitu KoinPintar.

 

Kontributor: Thariq Izzah Ramadhan (TI’16)

Share.

Leave A Reply