Kok Saya Masih Bisa Buka Tumblr?

0

ganecapos.com—Akhir-akhir ini, milenial Indonesia dihebohkan dengan sebuah musibah: website microblogging ngehip, Tumblr, diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dikutip dari siaran pers Kominfo, pemblokiran Tumblr didasarkan pada aduan masyarakat terkait adanya konten asusila yang ada pada platform tersebut dan tidak adanya mekanisme pengaduan. Namun bagi sebagian pengguna, berita ini hanyalah angin sepoi belaka. Pasalnya, oleh beberapa warganet, layanan Tumblr masih bisa diakses seperti biasa bak tak ada gangguan apapun.

Kok bisa?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu bagaimana internet bekerja.

Secara fisik, internet hanyalah komputer-komputer yang saling terhubung. Keterhubungan ini melintang di seluruh dunia. Internet sendiri merupakan abreviasi dari International Network (ada juga yang menyebutnya Interconnected Network). Sebuah website (atau layanan lainnya) sebenarnya adalah “file” dan program yang tersedia pada komputer tersebut. Sebagai contoh, website ganecapos.com ini sebenarnya disusun dari beberapa file yang tersimpan di komputer “sewaan” Pers Mahasiswa ITB, mulai dari logo di atas laman, gambar di samping kanan, sampai tulisan ini sendiri.

Agar dua komputer atau lebih mengenal satu sama lain, setiap komputer punya alamat masing-masing. Namun, berbeda dengan dunia nyata, alamat komputer bukan berupa nama jalan seperti “Jl. Ganeca No. 10”. Alamat komputer dibahasakan dengan angka agar lebih mudah dimengerti komputer, seperti 202.169.44.80.

Ada banyak cara untuk memblokir dua komputer yang saling terkoneksi. Cara yang dilakukan Kominfo untuk menghalangi traffic internet seantero jagat Nusantara untuk mengakses Tumblr adalah dengan meregulasi para penyedia jasa internet untuk mengalihkan alamat tumblr.com ke laman sensor mereka masing-masing (InternetPositif, Biznet SafeSurf, dan lain sebagainya).

Cara ini sebenarnya relatif lemah, karena pelarangan tersebut hanyalah regulasi, yang pada akhirnya menggerakkan tangan adalah masing-masing provider. Masih ada penyedia jasa internet yang belum mengikuti regulasi tersebut.

Tidak diketahui alasan pasti tentang kenapa penyedia tertentu belum mengimplementasikan regulasi tersebut. Kemungkinan, pada akhirnya seluruh penyedia jasa internet di Indonesia akan mengikuti regulasi tersebut.

 

Kontributor: Senapati Sang Diwangkara (IF ’16)

Share.

Leave A Reply