Sosialisasi Kegiatan Mahasiswa ITB Cirebon, WRAM ITB: Mahasiswa Cirebon Pindah Tahun 2020

0

ganecapos.com, ITB―Kepastian mengenai kepindahan mahasiswa ITB Cirebon ke kampus permanen di Cirebon telah resmi diumumkan. Kegiatan perkuliahan di kampus ITB Cirebon akan dimulai pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Bermawi Priyatna Iskandar, pada acara Sosialisasi Kegiatan Mahasiswa ITB Cirebon yang berlangsung di GKU II Institut Teknologi Bandung Kampus Jatinangor, Jumat (9/3). Bermawi mengatakan, hal yang mendasari penentuan waktu kepindahan tersebut adalah masalah akreditasi.

“Dalam membuat keputusan, kami selalu menjaga kepentingan bersama, baik itu kepentingan mahasiswa, orang tua, maupun institusi. Tiga prodi (program studi) ITB Cirebon yang kami selenggarakan saat ini di kampus ITB Jatinangor, yakni Perencaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri, dan Kriya statusnya setara dengan kelas paralel prodi di Kampus Ganesha, sehingga akreditasinya mengikuti akreditasi prodi di kampus utama,” ujar Bermawi.

Tiga prodi tersebut direncanakan akan menjadi program studi di luar kampus utama (PSDKU). Izin untuk membuka tiga prodi baru yang kegiatan perkuliahannya nantinya akan dilaksanakan di ITB Kampus Cirebon telah diberikan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemenristekdikti. Rektor ITB Kadarsah Suryadi juga telah menyepakati izin dari Dirjen PT tersebut dengan menerima mahasiswa ITB Cirebon sejak tahun ajaran 2016/2017. Akan tetapi Rektor ITB belum mengeluarkan surat keputusan (SK) resmi terkait pembukaan tiga prodi baru tersebut. Dengan demikian tiga prodi yang saat ini melaksanakan kegiatan perkuliahan di ITB Kampus Jatinangor merupakan kelas paralel dari prodi yang ada di ITB Kampus Ganesha.

Bermawi menekankan pentingnya mempertahankan kualitas lulusan ITB dari kampus manapun. Bermawi ingin mencegah adanya alumni ITB yang lulus dari prodi yang akreditasinya kurang baik. Menurutnya, akreditasi akan sangat memengaruhi karir alumni ITB dari prodi tersebut.

“Kalau sekarang akreditasinya (prodi di kampus utama -red) A, prodi kalian sekarang juga memiliki akreditasi A. Jika pada saat kalian lulus ternyata akreditasinya C, maka akreditasi C itulah yang akan Anda bawa untuk melamar kerja. Itu bisa membahayakan kalian,” ujar Bermawi.

 

Strategi

Bermawi mengatakan bahwa strategi untuk menghindari hal semacam itu adalah dengan mempertahankan angkatan 2016 ITB Cirebon sampai nantinya ada lulusan dari prodi ITB Cirebon. Setelah ada lulusan, barulah mahasiswa angkatan 2017 dan angkatan-angkatan di bawahnya dipindah ke kampus permanen di Cirebon. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa pelaksanaan perkuliahan mahasiswa ITB Cirebon di kampus permanen akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran 2020/2021.

“Setelah dipindah keseluruhannya ke Cirebon, lalu rektor akan mengeluarkan SK. Kemudian tiga prodi tersebut akan diusulkan untuk mendapatkan akreditasi, prosesnya maksimal dua tahun. Kalau belum ada lulusan (sudah dipindahkan -red), akreditasi maksimum (yang bisa didapatkan -red) adalah B, kalau kita cukup beruntung. Tentu Anda tidak mau lulus dengan akreditasi yang tidak mempunyai prospek,” kata Bermawi.

 

Kontributor: Hanifah Zalfa (SAPPK-C’17), Naretta Veronica (SAPPK-C’17), Michael Hananta Utomo (BE’16)

Share.

Leave A Reply