‘C-Nori’, Produk Olahan Singkong yang Melaju ke PIMNAS

0

PKM adalah ajang yang dibentuk Kemenristekdikti untuk memfasilitasi potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa di Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari di perkuliahan untuk masyarakat luar. Jika lolos pengajuan proposal di tahap pertama, peserta bisa mendapat dana dan akan mengikuti Monev. Jika berhasil lolos Monev, peserta akan ikut PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Tahun ini, terdapat 12 tim yang lolos menuju PIMNAS dari ITB, salah satunya berasal dari bidang kewirausahaan (PKM-K) yaitu Produk C-Nori.

Contoh produk ‘C-Nori’ (Instagram: @k.nori26)

C-Nori adalah produk olahan daun singkong yang dibuat menjadi ‘Nori’, produk makanan olahan berbentuk lembaran khas Jepang yang biasanya terbuat dari rumput laut. Produk ini digagas oleh 4 mahasiswa yaitu Gina Afdilla (BW ‘14), Faiq Imut Akhiroti (TK ‘13), Ahmad Puji Ardi (TG ‘13), dan Nisa Fadillah Al Haq (BA ‘13). C-Nori merupakan produk yang diciptakan dari ajang PKM dan sekarang melaju ke PIMNAS mewakili ITB dalam bidang PKM-K.

Awal terbentuknya ide ini adalah setelah mereka selesai melakukan KKN di Garut. Mereka berinisiatif ingin berkontribusi lebih kepada desa tempat kegiatan KKN tersebut berlangsung. Setelah mencari data tentang komoditas lokal di daerah itu, mereka menemukan fakta bahwa di sana terdapat komoditas singkong. Namun, bagian daun singkong tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya digunakan sebagai pakan ternak atau dijual dengan harga yang sangat murah.

Pada awalnya, ide yang mereka bawa akan digunakan untuk PKM Pengabdian Masyarakat. Akan tetapi setelah diproses, ide tersebut digunakan untuk PKM Kewirausahaan. Pembuatan produk C-Nori ini sendiri tidak hanya memanfaatkan sumber daya daun singkong yang ada di Garut, tetapi juga sumber daya manusia disana dengan memperkerjakan warga sana untuk mengolah daun singkong menjadi sebuah produk Nori yang bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Akan tetapi, dikarenakan kendala jarak dan waktu dari anggota tim, tempat produksi C-Nori pun dipindahkan di wilayah Sumedang.

Riset untuk produk ini sendiri dilakukan kurang lebih selama dua bulan dan dibantu oleh dosen dari Program Studi Rekayasa Pertanian. Produk C-Nori juga sudah memiliki P-IRT sehingga distribusi produk dapat lebih meluas hingga ke toko oleh-oleh sesuai harapan mereka. Saat ini, fokus utama mereka adalah untuk memasarkan produk C-Nori ini lebih luas lagi tidak hanya di sekitar ITB atau Bandung, tetapi juga ke setiap daerah di Indonesia. Adapun cara mereka mempromosikan produk tersebut yaitu dengan berjualan langsung serta melalui media sosial seperti instagram yang bisa di temui di @k.nori26 serta Line di @kwd2017f.

Tahun ini sendiri, PIMNAS akan diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia Makassar pada tanggal 23 s.d 28 Agustus 2017. Harapan dari tim C-Nori sendiri yang mewakili ITB di PIMNAS adalah sebagai mahasiswa setidaknya dapat memiliki karya seminimalnya bermanfaat untuk diri kita sendiri dan lebih baik lagi bermanfaat untuk orang lain. Dengan adanya ajang PKM ini mereka juga mengajak mahasiswa ITB untuk lebih berkarya lagi, berinovasi, dan terus aktif sebagai mahasiswa dengan membuat karya yang dapat berguna bagi banyak orang.

Reporter: Indra Kurniawan (MK’15), Mutia A. Paramesti (EB’15), Francisco Kenandi C. (IF’15)

Editor: Afif Hamzens (FT’15)

Share.

Leave A Reply