Seremoni “Indonesia Tetap Bersatu” Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan Bangsa

0

Ardhi Rasy Wardhana selaku Ketua Kabinet KM ITB, melakukan orasi di Kolam Indonesia Tenggelam menyuarakan sikap KM ITB mengenai kondisi persatuan dan kesatuan bangsa. (MASS)

ganecapos.com, ITB – Pada Rabu (31/05) telah berlangsung seremoni “Indonesia Tetap Bersatu” yang dihadiri oleh massa kampus, yang didominasi ribuan peserta Diklat Terpusat OSKM ITB. Seremoni ini diinisiasi oleh Kemenkoan Dinamisasi Kampus Kabinet Suarasa KM ITB. Berlatar belakang kegelisahan akan rapuhnya persatuan Indonesia, kabinet serta lembaga dalam KM ITB tergerak untuk melakukan seremoni ini dalam rangka mengembalikan hakikat pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seremoni diawali dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh seluruh massa dengan khidmat. Ardhi Rasy Wardhana (TA ’13) selaku Ketua Kabinet KM ITB segera turun dari Plaza Widya Nusantara menuju Kolam Indonesia Tenggelam (Intel) dan melancarkan aksinya berorasi terkait pernyataan sikap KM ITB mengenai kondisi persatuan dan kesatuan bangsa.

Terdapat lima poin penting yang dinyatakan dalam orasi tersebut, yaitu:

  1. Mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan berbangsa melalui dialog demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Mengimbau kepada mahasiswa se-Indonesia untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjaga nilai-nilai moral dengan mengadakan gerakan yang menjunjung persatuan bangsa.
  3. Mengajak seluruh elemen masyarakat terutama tokoh masyarakat dan elit politik untuk menghentikan segala bentuk hasutan dan ujaran kebencian yang dapat mencederai persatuan dan kesatuan bangsa.
  4. Meminta pemerintah untuk menindak tegas oknum-oknum yang berupaya memecah persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku.
  5. Menyerukan kepada media untuk menghentikan pemelintiran dan pembingkaian berita yang dapat berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan.

Ardhi kembali mengingatkan, bahwa mahasiswa seluruh Indonesia, aparat negara, tokoh masyarakat, dan media sama-sama memiliki kewajiban menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan doa dari lima perwakilan agama yakni Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Islam secara bergantian. Akhirnya, seremoni ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda, Salam Ganesha dan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.

Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, melalui beberapa diskusi terbuka dan rapat pimpinan lembaga, lembaga yang terlibat sepakat untuk memberikan sikap yang sama menyerukan Indonesia Tetap Bersatu, berlatar belakang kondisi persatuan dan kesatuan Indonesia saat ini, mengingat banyaknya pembingkaian media yang berpotensi memecah belah. Isu agama, terorisme, dan radikalisme turut menguatkan alasan mengapa aksi ini harus segera dilaksanakan.

“Meski deklarasi ini direncanakan secara taktis, namun diskusi bertajuk persatuan dan kesatuan bangsa sudah sejak lama digelar. Poin mengenai persatuan dan kesatuan bangsa pun ada dalam platform saat masa pencalonan saya dulu,” ungkap Ardhi.

 

Reporter: Mutia A. Paramesti (EB ’15)

Editor: Hamdi Alfansuri (PL’15)

Share.

Leave A Reply