Pedagang Kuliner Kembali Hadir di Jalan Purnawarman

0

ganecapos.com, Bandung – Pedagang kuliner kaki lima kembali mengisi trotoar di Jalan Purnawarman, Bandung (20/3). Para pedagang kembali berdagang setelah mendapat persetujuan dari Pemer intah Kota Bandung mengenai tempat mereka berdagang. Pasalnya, tempat relokasi yang berada di area parkir Bandung Electronic Center ditutup oleh pihak manajemen karena akan dilangsungkan pembangunan gedung parkir.

Pedagang kaki lima kembali berjualan di sepanjang Jalan Purnawarman, Senin (20/3). (VE)

Keresahan penutupan tempat relokasi sudah dirasakan pedagang kuliner semenjak adanya isu terkait pembangunan yang akan dilakukan pihak BEC. Pada Selasa (14/3), pihak BEC mengundang perwakilan pedagang kuliner untuk berdiskusi. Hal ini dilakukan pihak manajemen karena merasa frustrasi dengan tidak adanya respon dari Pemerintah Kota Bandung mengenai solusi alternatif untuk tempat berdagang pedagang kuliner.

Pihak manajemen menolak untuk merekomendasikan pedagang agar berdagang di basement BEC karena lokasi tersebut tidak layak digunakan untuk berdagang. Keesokan harinya, pihak manajemen kembali menegaskan pedagang kuliner untuk mengosongkan lahan serta mengatakan akan mengunci lokasi konstruksi dan merubuhkan tempat relokasi pada Kamis (16/3).

Para pedagang kuliner pun kebingungan di mana mereka akan berdagang. Seusai mendengar kabar dari pihak manajemen BEC, para pedagang berinisiatif memindahkan gerobaknya ke trotoar Jalan Purnawarman. Mereka memutuskan tidak berdagang hingga memperoleh keputusan Pemerintah Kota Bandung yang saat itu masih abstain terkait di mana lokasi PKL berdagang.

Setelah empat hari libur berdagang (20/3), akhirnya pihak Kecamatan Sumur Bandung mengabarkan bahwa PKL dapat berdagang di trotoar Jalan Purnawarman hingga konstruksi selesai dilaksanakan. Namun, pedagang kuliner hanya diperbolehkan berdagang pada pukul 10.00-18.00 WIB serta diwajibkan untuk tidak berdagang pada hari Sabtu dan Minggu. Pada hari yang sama, Satpol PP melakukan patroli selama tiga kali untuk memastikan pedagang kuliner mematuhi segala persyaratan yang berlaku.

Masih segar di ingatan kita bahwa pembubaran paksa long march PKL Jalan Purnawarman pada 16 April 2016 membuahkan hasil hitam di atas putih. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa pedagang tidak akan pernah diganggu oleh pengusikkan maupun penggusuran dari pihak Satpol PP serta aparat. Namun, setelah nyaris satu warsa perjanjian tersebut, para pedagang akan kembali diusik oleh aparat keamanan. Pedagang pun merasa ketakutan untuk menyambung hidup mereka dengan tetap berjualan di Jalan Purnawarman.

Reporter: Vania Elliya Ananda Wenno (MRI ’14)

Share.

Leave A Reply