Apresiasi Tim Lolos Pendanaan PKM, Rektorat Berikan 2 SKS

1

ganecapos.com, Bandung – ITB kembali menunjukkan taringnya dalam lima bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2017. Diumumkan secara resmi tanggal 9 Maret 2017, ITB berhasil membawa 83 tim yang lolos PKM dan didanai oleh DIKTI.

Jumlah tim untuk masing-masing bidang adalah PKMK sebanyak 11 tim, PKMKC sebanyak 34 tim, PKMM sebanyak 7 tim, PKMPE sebanyak 28 tim, dan PKMT sebanyak 3 tim. Jumlah ini meningkat jika membandingkan jumlah tahun lalu, yaitu sebanyak 54 tim. Total dana yang digelontorkan untuk tim asal ITB tahun ini mencapai Rp 725 juta.

Capaian tersebut tak lepas dari peran Barudak ITB Juara, badan semiotonom yang berada di bawah Kabinet Mahasiswa (KM) ITB, Lembaga Kemahasiswaan yang bertugas khusus dalam mengurus PKM, dan dukungan alumni yang tergabung dalam tim pegiat PKM.

Menurut Ketua Barudak ITB Juara, Fransiskus Yoga Esa Wibowo (EL ’14), tak ada strategi khusus yang Barudak ITB Juara jalani tahun ini. Pihak Barudak ITB Juara mengajak massa kampus untuk berkontribusi melalui sosialisasi dan seminar, seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2016, PKM disosialisasikan kepada mahasiswa melalui acara terpusat, seperti Integrasi ITB 2016 dan coaching clinic.

Pihak rektorat turut mendukung program ini. Ketua LK ITB, Sandro Mihradi, bersyukur atas meningkatnya jumlah tim yang didanai.

“Jika membandingkan dengan tahun lalu, memang terjadi peningkatan penerimaan proposal PKM sejumlah sepuluh persen ke LK, yaitu dari 310 berkas menjadi 341 berkas. Namun yang lolos pendanaan justru meningkat menjadi 83. Untuk tahun ini, kami memang sangat memperhatikan konten yang dibawa oleh setiap tim, dan langsung dibimbing oleh tim alumni. Barudak ITB Juara juga membantu kelancaran PKM dari segi teknis,” jelas Pak Sandro.

Atas prestasi ini, rektorat memberi perhatian lebih, seperti menugaskan dosen pembimbing dan memberi fasilitas laboratorium. Langkah lain untuk mengintegrasikan kegiatan PKM di bidang akademik ialah dengan mempersilakan mahasiswa yang lolos pendanaan untuk mengambil mata kuliah umum Pengembangan Keprofesian dengan beban 2 SKS. Ini adalah salah satu cara bagi ITB untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah berkontribusi di kegiatan tertentu.

Mata kuliah ini dapat diambil oleh para mahasiswa yang memang mengikuti perlombaan dengan taraf kesibukan lebih, salah satunya PKM. Masalah penilaian bergantung pada keaktifan mahasiswa untuk tertib mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Jadwal tersebut meliputi konsultasi, pelatihan, persiapan MONEV (Monitoring dan Evaluasi), hingga PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Dengan meningkatnya partisipasi mahasiswa ITB dalam PKM, Esa mengaku senang. “Semoga yang mengikuti PKM menjadi lebih banyak, dan kelak berkarya menjadi hal populer di ITB,” harap Esa.

Secara langsung, PKM juga mempengaruhi penilaian ITB di bidang kemahasiswaan. Oleh karena itu, Pak Sandro berharap mahasiswa dapat mengharumkan nama ITB lewat PKM dan Pimnas sebagai puncak PKM nantinya. Meski demikian, beliau mengaku tak berharap lebih. Proses pembelajaran justru merupakan hal utama yang seharusnya dapat dihayati oleh mahasiswa, khususnya tim lolos pendanaan.

“Tentunya ITB berharap untuk bisa menyabet juara umum. Meski begitu, juara umum bukanlah segala sesuatu. Proses untuk mencapainya justru yang terpenting, karena dapat membentuk karakter mahasiswa dan menjadi pembelajaran,” tutup Pak Sandro.

Reporter : Mutia A. Paramesti (EB ’15)

Editor: Michael Hananta Utomo (SITH-R ’16)

Share.

1 Comment

  1. Pingback: Semoga Sukses – Hidden Pearl

Leave A Reply