Fermenstation 2016, Kolaborasi Apik untuk Masyarakat

1
Suasana malam hari acara Fermenstation di Cikapundung River Spot (MBP dan HZF)

Foto : Suasana malam hari acara Fermenstation di Cikapundung River Spot (MBP dan HZF)

ganecapos.com, Bandung – Acara tahunan Fermenstation 2016 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi (Himamikro) “Archaea” ITB menggelar acara puncaknya pada Sabtu (29/10), di Cikapundung RiverSpot. Fermenstation sendiri merupakan festival pameran makanan fermentasi hasil riset mahasiswa mikrobiologi dalam mata kuliah Mikrobiologi Analitik. Acara ini sukses menarik minat masyarakat umum, ditandai dengan ramainya pengunjung yang berada di area pameran.

Memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-10, Fermenstation 2016 melakukan beberapa perubahan. Menurut Ketua Panitia Fermenstation 2016, Salsabila Muharam (BM’13), acara Fermenstation sebelumnya dari tahun ke tahun selalu dilaksanakan di ITB. Namun, pada tahun ini Fermenstation diadakan di luar lingkungan kampus agar pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari mahasiswa ITB saja tetapi juga dari masyarakat umum sehingga manfaat dari acara ini untuk masyarakat dapat dirasakan dengan lebih optimal. Tidak hanya itu, kali ini Himamikro “Archaea” dari sisi penyelenggaraan acara untuk tahun ini pun mengalami perubahan. “Dulu penyelenggaranya dari prodi, namun tahun ini masuk ke himpunan, biar lebih banyak massanya,” tutur Ketua Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi “Archaea”, Lazuard Fachry (BM’13). “Tapi intinya fokusnya tetap memperkenalkan keilmuan kita, dan memperkenalkan produk-produk hasil olahan kita ke masyarakat,” lanjutnya.

Rangkaian acara Fermenstation 2016 ini sebenarnya sudah dimulai sejak Juni lalu, dengan diadakannya beberapa lomba seperti Essay Competition dan Wrap Up Design Challenge (kompetisi desain kemasan). Selain itu, diadakan pula workshop dan talkshow mengenai cara membuat makanan fermentasi dan pengemasannya agar lebih eye-catching dan “menjual”. Sedangkan pada acara puncak, Himamikro “Archaea” menjual produk mereka yang merupakan olahan makanan siap konsumsi. Kebanyakan merupakan gabungan dari hasil penelitian perkelompok mata kuliah Mikrobiologi Analitik.

Untuk mengimplementasikan tujuannya yakni memberi manfaat lebih pada masyarakat, khususnya di sektor UKM, Fermenstation 2016 bekerjasama dengan Disperindag dan PKK Kota Bandung. Disperindag sendiri memiliki UKM-UKM binaan. “Kami memfasilitasi UKM-UKM tersebut untuk membuka stand, serta mengikuti konsultasi gratis baik dalam segi bisnis atau desain kemasannya, agar dapat membuat produk yang lebih menarik dan komersil,” jelas Salsa pada penutup rangkaian acara Minangkala Kota Bandung ke-206 tersebut.

Dalam keberjalanan acaranya, Himamikro “Archaea” menggandeng beberapa jurusan dari fakultas lain, seperti Kewirausahaan dan Manajemen dari SBM, serta Desain Produk dari FSRD. Bentuk kerjasamanya antara lain KMM (Keluarga Mahasiswa Manajemen) mengisi konsultasi bisnis gratis dan INDDES (Industrial Design Student Society) yang terlibat dalam penilaian kompetisi desain kemasan.

“Kebanggan bagi saya sendiri, di saat mungkin banyak acara di kampus yang masih menggagas satu fakultas, Fermenstation mencoba berkolaborasi. Ketika kami tidak mampu mengkomersialisasi suatu produk, kenapa kami nggak coba gaet SBM dan FSRD. Dan ternyata kita nggak bisa berdiri sendiri, akan menjadi lebih baik ketika disatukan,” pungkas Salsa.

Reporter : Haura Zidna Fikri (SAPPK’16)

Editor : Afif Hamzens (FT’15)

Share.

1 Comment

Leave A Reply