TPB FSRD ITB Diskors, Mahasiswa ITB Pertanyakan Sikap Dekanat

8
Foto : Aksi KM ITB menolak skorsing 110 TPB FSRD (MBP)

Foto : Aksi KM ITB menolak skorsing 115 TPB FSRD (MBP)

ganecapos.com, Bandung – Kemahasiswaan ITB semakin dibatasi oleh pihak rektorat. Baru-baru ini, semenjak Kamis (27/10) 115 mahasiswa TPB FSRD ITB diskors oleh pihak Dekanat FSRD pasca perayaan wisuda Oktober 2016. Secara sepihak tanpa peringatan berupa surat skors, mahasiswa TPB tersebut dilarang memasuki kelas studio FSRD yang memiliki beban SKS tidaklah sedikit. Oleh karena itu, pada peringatan sumpah pemuda ini, massa KM ITB berkumpul di kolam Indonesia Tenggelam untuk menolak sikap Dekanat FSRD ITB.

Rektorat melalui Lembaga Kemahasiswaan mengeluarkan aturan larangan bagi mahasiswa TPB untuk mengikuti prosesi arak-arakan massa himpunan wisuda di ITB. Hal ini berkaca dari beberapa fakultas yang meminta bantuan kepada mahasiswa TPB untuk meramaikan rangkaian prosesi wisuda.

Secara mandiri, mahasiswa TPB FSRD berusaha memberikan apresiasi berupa penampilan seni untuk wisudawan yang lulus di Bulan Oktober 2016 di semenjak Kanopi Sabuga hingga ke Terowongan Tunnel. Namun, nampaknya hal ini dianggap oleh pihak Dekanat sebagai perihal yang melanggar aturan di ITB karena keterlibatan mereka dalam perayaan wisuda.

Tanpa peringatan surat skors, mahasiswa TPB FSRD ITB dilarang memasuki 4 mata kuliah kelas studio dan hanya diperbolehkan memasuki mata kuliah umum saja. Mahasiswa TPB FSRD dikumpulkan oleh pihak dekanat pada Kamis (27/10) dan diminta untuk mengakui pelanggaran yang dilakukan pada Sabtu (22/10).

“Dengan nada tinggi, pihak dekanat memberikan peringatan bagi mahasiswa TPB FSRD untuk mengakui kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi,” tutur Afi, mahasiswa Desain Interior ITB pasca aksi di Intel Jumat(28/10)

Peringatan skors yang diberikan oleh pihak Dekanat FSRD ini akan berlaku selama sepekan terhitung semenjak Kamis (27/10) terhadap 115 mahasiswa TPB FSRD dari total 248 mahasiswanya. Namun, pihak Dekanat masih mencari siapa saja yang terlibat di dalam kegiatan Sabtu (22/10). Peringatan ini dianggap ilegal oleh mahasiswa ITB karena tidak disampaikan secara tertulis. Terlebih, apa yang dilakukan oleh mahasiswa TPB FSRD tersebut hanya berupa penampilan saja tidak ikut serta dalam prosesi arak-arakan, ungkap salah satu mahasiswa TPB FSRD yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tentunya hal ini patut menjadi kekhawatiran lebih bagi mahasiswa ITB. Mahasiswa ITB dirasa perlu untuk mempertanyakan kembali apa yang didapatkan oleh 115 mahasiswa tersebut. Hal ini pun yang akan diperjuangkan oleh KMSR ITB untuk memperjuangkan hak menuntut pendidikan dari rekan-rekan TPB FSRD terlebih skors ini disampaikan secara sepihak.

Reporter : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

8 Comments

  1. Melihat dari sisi jurnalisme, beritanya masih kurang berimbang karena tidak memasukkan apa yg dianggap sebagai kesalahan mahasiswa TPB oleh dekanat, sedangkan hal utama yang pembaca inginkan saat pertama membaca judul berita di atas , adalah hal tersebut

  2. someone yang masih care on

    Padahal hal yang seperti itu yang bisa membangun kreativitas mahasiswa fsrd.. kenapa malah di kekang oleh itb?? sad mendengar hal seperti ini..

Leave A Reply