Sosok Berpengalaman Masih Jadi Alasan Para Pemilih

0
Infografis : Survei Kebutuhan Mahasiswa ITB terhadap KM ITB (Litbang Pers Mahasiswa ITB)

Infografis : Survei Kebutuhan Mahasiswa ITB terhadap KM ITB (Litbang Pers Mahasiswa ITB)

ganecapos.com, Bandung – Agenda rutin di KM ITB akan kembali hadir dalam hitungan beberapa hari ke depan. Mahasiswa ITB akan disajikan pesta demokrasi dalam ajang pemilihan Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa dan Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa ITB untuk periode 2017/2018. Dalam ajang tersebut, perang gagasan dan track record atau tingkat pengalaman akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa ITB di dalam menentukan pilihannya. Pemilih harus jeli terhadap siapa nantinya yang akan menjadi sosok pemimpin di KM ITB. Pers Mahasiswa ITB telah melakukan survei awal untuk mengetahui tentang siapa dan masalah apa yang harus difokuskan oleh para pemimpin ITB di periode ke depan.

Survei yang kami beri nama sebagai Pilot Survei Pemilihan Raya KM ITB 2016 memiliki tujuan utama untuk mengetahui sosok seperti apa yang diinginkan oleh mahasiswa ITB dan masalah apa yang sebaiknya difokuskan oleh K3M dan MWA WM ke depan. Tujuan lain survei ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kesediaan mahasiswa ITB dalam Pemira di KM ITB tahun 2016. Pada pilot survei ini, kami telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa ITB untuk mengusulkan sosok nama yang menurut mahasiswa ITB layak untuk maju sebagai K3M dan MWA WM ITB periode 2017/2018. Nama-nama tersebut selanjutnya akan menjadi patokan di dalam pemunculan nama pada survei berikutnya.

Survei ini dilaksanakan dari tanggal 16-23 September 2016 melalui media google docs yang kami sebarkan secara online melalui akun media sosial Pers Mahasiswa ITB. Pada periode tersebut, responden yang mengisi survei kami sebanyak 367 mahasiswa ITB. Selanjutnya responden kami berikan beberapa pertanyaan yang berkaitan seputar Pemira KM ITB.

Mahasiswa ITB cenderung telah mengetahui tentang apa itu Pemira KM ITB. Sebanyak 96.19% dari jumlah responden telah mengetahui tentang pelaksanaan pemira. Namun, masih terdapat 3.81% responden yang belum mengetahui tentang pemira KM ITB. Jumlah tersebut mayoritas berasal dari mahasiswa Tahap Persiapan Bersama. Pekerjaan rumah bagi panitia Pemira dan lembaga-lembaga di KM ITB untuk lebih mensosialisasikan pesta demokrasi ini kepada seluruh mahasiswa ITB terutama kepada mahasiswa tingkat pertama (TPB) yang sering menjadi “lumbung suara” bagi calon yang dianggap populer. Selain itu, pelaksanaan pemira tahun ini kembali dilaksanakan secara bersamaan antara K3M dan MWA WM. Tentunya, perlu tenaga lebih di dalam memahamkan kedua proses pemilihan tersebut. Hal ini disebabkan masih terdapat 8.84% sampel responden yang hanya tahu bahwa pemira tahun ini hanya salah satu saja. Pemahaman mahasiswa ITB terhadap sistem pelaksanaan pemira KM ITB dapat mengurangi jumlah swing voters atau massa mengambang nantinya.

Gagasan atau ide tentunya menjadi alasan yang penting bagi pemilih di dalam melihat sosok calon manakah yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan KM ITB saat ini. K3M sebagai pemimpin di wadah eksekutif mahasiswa memiliki peran lebih di dalam memfasilitasi mahasiswa ITB agar mendapatkan hak yang layak untuk berkemahasiswaan. Responden memberikan masukan tentang prioritas isu yang penting untuk menjadi fokus K3M periode berikutnya yaitu pada isu regulasi kesejahteraan mahasiswa, inovasi karya dan wirausaha, serta hubungan eksternal KM ITB. Sedangkan pada MWA WM ITB yang lebih banyak beririsan dengan penentuan kebijakan pendidikan ITB di dalam MWA ITB, memiliki isu bahasan spesifik yang disarankan oleh responden. Fokus isu tersebut lebih ditekankan kepada kebijakan regulasi pendidikan di ITB. Kebijakan-kebijakan strategis yang sampai saat ini masih simpang siur seperti pengembangan ITB di beberapa wilayah di Jawa Barat (Multikampus) maupun membantu proses advokasi terkait kesejahterahan mahasiswa adalah perhatian besar dari responden yang diharapkan dapat diselesaikan oleh MWA WM.

Untuk mendukung gagasan tersebut, pemilih cenderung mengharapkan sosok dari keduanya baik  K3M maupun MWA WM yang memiliki rekam jejak organisiasi yang jelas. Banyak atau sedikitnya rekam jejak yang dimiliki kandidat tidak akan terlalu berpengaruh nantinya. Namun, seberapa besar pengaruh dan manfaat yang diberikan menjadi alasan pertimbangan bagi pemilih untuk memilih calon terkait. Selain memiliki track record yang jelas, pemilih juga memberikan pertimbangan lain di dalam memilih yaitu berupa tingkat popularitas dan tingkat kecerdasan akademis yang dimiliki oleh sang calon K3M maupun MWA WM. Ketiga faktor tersebut menjadi alasan terbesar bagi mahasiswa ITB di dalam menentukan sosok K3M dan MWA WM yang layak untuk dipilih.

Informasi yang terdapat di dalam pilot survei ini dapat menjadi gambaran umum bagi Anda sebagai mahasiswa ITB di dalam menentukan pilihan. Namun, sebaiknya Anda terus mencari tahu tentang siapa yang nantinya pantas untuk Anda pilih sebagai pemimpin di KM ITB pada periode berikutnya. Mari kenali dan pahami pilihan Anda secara teliti! Gunakan hak pilih Anda untuk memilih K3M dan MWA WM nantinya. Mari sukseskan gegap gempita pesta demokrasi di KM ITB ini dengan penuh suka cita!

Analisis Pilot Survei Pemira KM ITB 2016

Divisi Penelitian dan Pengembangan

Pers Mahasiswa ITB

Share.

Leave A Reply