Sekolah Bilik Pengmas, Wadah Pembelajaran Langsung Dari Masyarakat

0

Logo : Logo Sekolah Bilik Pengmas KM ITB

Logo : Logo Sekolah Bilik Pengmas 3 KM ITB

ganecapos.com, Bandung – Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung melalui Kementrian Inovasi Pengabdian Masyarakat kembali mengadakan wadah pembelajaran bagi massa kampus di dalam memahami dunia pengabdian masyarakat. Sekolah Bilik Pengmas 3 merupakan jawaban atas kegelisahan massa himpunan, khususnya para penggiat pengmas, di dalam menghadapi permasalahan yang ada pada aktivitas pengmas himpunan. Permasalahan seperti pengmas yang sekadar hanya untuk menggugurkan program kerja himpunan, kurangnya kader pengmas, dan kurangnya pengetahuan teknis untuk menginisiasi kegiatan pengmas menjadi hal utama yang didapatkan dari survei yang dilakukan oleh Kementerian Inovasi Pengabdian. 

Melalui sekolah bilik pengmas ini, para peserta yang merupakan para pegiat pengmas terutama dari perwakilan himpunan  dituntut untuk memetik sendiri nilai-nilai penting dalam berkegiatan pengmas, sekaligus mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat mengidentifikasi masalah dan potensi suatu daerah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelatihan dari lembaga community development, dilanjutkan dengan kegiatan live in desa di daerah Pengalengan, Kabupaten Bandung pada bulan November 2016.

“Saat sekolah nanti mereka akan dikondisikan untuk merasakan sendiri nilai-nilai penting dalam bermasyarakat dan mendapatkan pelatihan dari IBEKA dan ICSD-Bandung, yang sudah ahli dalam melakukan kegiatan pengembangan masyarakat”, tegas Ardy Jumardi, selaku Deputi Sinergisasi Pengmas yang mengadakan Sekolah Bilik Pengmas 3.

Sekolah Bilik Pengmas akan mengajak para pembelajar untuk memulai dari pertanyaan “mengapa” sebagai landasan mereka dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, paradigma pengmas keprofesian yang menyebabkan beberapa kebingungan bagi himpunan dalam menentukan bentuk pengmasnya akan coba dirombak. Semangat yang akan dibangun pada Bilik Pengmas kali ini adalah tri darma perguruan tinggi yang merupakan sebuah kewajiban, maka sepatutnya pengabdian kepada masyarakat adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa, sekecil apapun itu.

Harapannya, pasca pelatihan dan terjun langsung ke masyarakat, timbul keinginan yang kuat untuk dapat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat baik peserta sebagai seorang individu maupun sebagai perwakilan himpunan mahasiswa jurusan. Selain itu, peserta juga dapat melakukan kegiatan pasca sekolah yang merepresentasikan semangat berpengmas yang mereka dapatkan selama rangkaian sekolah.

Launching Organigram dan Logo

Sekolah Bilik Pengmas 3 membawa angin baru, khususnya terkait keseriusan di dalam keberjalanannya dengan menggalakkan organisasi 3 lapis dan logo acara itu sendiri. Ini dilakukan untuk mengenalkan pengmas kepada massa kampus atau minimal membuat massa kampus bertanya terkait sekolah ini. Perbedaan mendasar kaderisasi pada sekolah ini dengan kaderisasi pada umumnya, bahwa panitia juga peserta dan kaderisasi langsung diberikan oleh para pemateri dan kehidupan di masyarakat. Panitia hanya merancang kegiatan yang sifatnya menstimulus peserta untuk dapat menghayati setiap nilai-nilai yang ada dalam berkegiatan pengmas. Sesuai dengan logo sekolah bilik pengmas, yang menunjukkan secara jelas semboyan “Tangan Menjangkau Langit, Kaki Mencengkram Bumi”, harapannya dengan sekolah ini membuat peserta dapat belajar terkait bagaimana “mencengkram bumi”. Selain itu gambar orang yang terdapat pada logo mencerminkan bahwa mahasiswa seharusnya meninggi bersama rakyat, bukan meninggi sendiri, lalu menarik rakyat untuk sejajar dengannya.

Siap untuk memulai Sekolah

Terhitung pada bulan november 2016, sekolah akan resmi dibuka, peserta dan panitia akan memulai pembelajaran dan kaderisasi terkait inisiasi dalam berkegiatan pengmas. Bersama para perwakilan himpunan telah disepakati 5 nilai penting yang akan ditanamkan di sekolah ini yaitu awareness atau kepekaan, masyarakat untuk masyarakat, kolaborasi, tanggung jawab, dan semangat berpengmas. Nilai-nilai tersebut akan diturunkan dalam materi dan metode yang beragam berupa seminar teknis dan non teknis, maupun tugas-tugas, dan live in kegiatan nantinya. Kegiatan seminar nantinya akan dibuka untuk mahasiswa ITB juga, untuk mengakomodasi pendaftar yang berkeinginan namun belum berkesempatan untuk lolos menjadi peserta.

Kalau sudah cukup berilmu, apakah kita siap untuk memulai beramal?

Kementerian Inovasi Pengabdian Masyarakat KM ITB

Share.

Leave A Reply