Pemira KM ITB 2016 Janjikan Persaingan Ketat

0

 

Survei Jelang Pemira KM ITB 2016

Info grafis Survei Jelang Pemira KM ITB 2016 (Divisi Litbang Pers Mahasiswa ITB)

ganecapos.com, Bandung – Dengan dilaksanakan Forum Sosialisasi Pemilu Raya (PEMIRA) KM ITB 2016 Senin lalu (17/10/2016) dan telah diselesaikannya gugatan pemira pada Rabu (19/10/2016), ajang pemilihan Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (K3M) ITB dan Majelis Wakil Amanat Wakil Mahasiswa (MWA WM) ITB akan segera dimulai pada Kamis (20/10/2016). Hal ini membuat massa kamus mulai penasaran tentang bursa tokoh-tokoh yang akan mencalonkan dirinya dalam PEMIRA KM ITB 2016 ini. Oleh sebab itu, Pers Mahasiswa ITB membuat survei popularitas dan elektabilitas dari nama-nama anggota KM ITB angkatan 2013 yang berpeluang untuk mencalonkan dirinya menjadi K3M ITB maupun MWA WM ITB.

Ketua Unit Miliki Popularitas Tinggi

Dari hasil survei popularitas K3M ITB, posisi tertinggi diraih oleh Miqdam Furqany (TA’13) dengan perolehan 637 suara. Ternyata status sebagai Ketua Integrasi ITB (dahulu OSKM ITB) dari tahun ke tahun memang selalu unggul di survei popularitas K3M ini. Selanjutnya, tiga ketua unit kegiatan mahasiswa secara berurutan memiliki suara yang cukup tinggi di dalam survei pemira tahun ini. Mereka berasal dari dua unit kegiatan mahasiswa di Sunken Court ITB, yaitu secara berturut-turut Atohlah Renanda Yafi (EP’13) atau akrab disapa Ofek, yang saat ini, sedang menjabat sebagai Ketua Majalah Ganesha-Kelompol Studi Sejarah, Ekonomi, dan Politik (MG-KSSEP) ITB. Ofek merupakan salah satu founder akun Dusta Ganesha yang sempat viral beberapa waktu lalu dengan 490 suara dan dilanjutnya oleh Anton Kurniawan (TM’13) yang sedang menjabat sebagai Presiden Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK) ITB dengan 478 suara. Dua ketua unit kajian ini ternyata diikuti juga oleh popularitas ketua Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB yaitu Khalid Nur Fahman (FT’13) dengan jumlah suara mencapai 425 suara. Gebrakan baru yang dilakukan oleh ketua unit kegiatan mahasiswa di atas mempengaruhi tingkat popularitas pada survei pemira kali ini.

Namun, dari segi elektabilitas K3M ITB, tidak ada sosok yang mendapatkan suara mencapai 50% dan hanya 4 orang yang mendapat suara lebih dari 25%. Meratanya suara dari sosok-sosok yang dimunculkan namanya melalui survei pilot pemira, tentunya akan menimbulkan persaingan yang ketat di dalam perebutan status Ketua Kabinet di KM ITB. Posisi strategis ini berpeluang memunculkan sosok-sosok ‘kuda hitam’ yang akan memimpin KM ITB nantinya. Tidak hanya sekedar popularitas semata, namun juga kemampuan di dalam menyajikan visi misi untuk KM ITB ke depan. Pada survei elektabilitas ini, secara berturut-turut, keempat orang yang menempati posisi teratas yaitu  Ardhi Rasy Wardhana (TA’14) yang pernah menjadi Koodinator Lapangan OSKM ITB 2015 dengan 288 suara atau sebesar 30% dari suara pemilih, Khalid Nur Fahman yang saat ini menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB dengan 272 suara, Anton Kurniawan dengan 255 suara, dan M. Fakhri Guniar (MRI’13) yang sedang menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB dengan 246 suara. Miqdam yang PALING unggul dari segi popularitas berada di posisi kelima dengan 227 suara, disusul oleh Kepala Bidang Materi dan Metode Integrasi 2016 sekaligus sedang menjabat sebagai Sekretaris Jendral GAMAIS ITB, Aditya Purnomo Aji (PL’13) dan Ofek yang sama-sama memperoleh 197 suara. Dilihat dari survei elektabilitas ini, belum ada nama yang mendominasi bursa pencalonan K3M ITB, sehingga seluruh nama-nama tersebut masih memiliki peluang yang tidak jauh berbeda.

Belum Ada Sosok Kuat, Mahasiswa ITB Belum Tentukan Pilihan

Hal serupa juga terjadi pada survei popularitas dan elektabilitas MWA WM ITB. Fauzan Makarim (TM’13) yang saat ini sedang menjabat sebagai Mentri Advokasi Kabinet KM ITB unggul pada kedua survei, yakni dengan 477 suara pada survei popularitas dan 355 suara pada survei elektabilitas MWA WM ITB. Dari kedua survei ini pula, M. Yan Pandu Akbar (FI’13) yang pernah menjabat sebagai Ketua Divisi Relasi S1 MWA WM ITB periode 2015/2016 menduduki posisi kedua dengan 382 suara pada survei popularitas dan 228 suara pada survei elektabilitas MWA WM ITB. Di survei elektabilitas, Kurnia Sandi Girsang (MRI) yang pernah menjadi Ketua MG-KSSEP sebelumnya dan sedang menjabat sebagai Ketua Divisi Kajian Strategis Kebijakan Kampus MWA WM hanya tertinggal 5 suara, yaitu 223 suara. Maka itu, dari bursa pencalonan MWA WM ITB pun belum ada nama yang begitu mendominasi hingga mendapat 50% dari total suara. Walaupun dari segi elektabilitas, Fauzan unggul, namun ternyata suaranya tidak jauh berbeda dengan kecenderungan responden yang tidak memilih nama-nama di atas. Masih banyak responden yang bingung menentukan pilihannya karena belum ada sosok yang kuat.

Kecenderungan responden tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah untuk kandidat MWA WM nantinya dan juga panpel serta lemabaga-lembaga di KM ITB untuk mencerdaskan massa kampus tentang MWA WM ITB.

Selanjutnya, pengambilan berkas pencalonan K3M ITB dan MWA WM ITB akan berlangsung mulai dari hari ini (20/10/2016) yang telah dibuka oleh Panitia PEMIRA KM ITB 2016. Walaupun sempat terjadi  gugatan terkait aturan PEMIRA pada TAP Kongres No 025, Panitia PEMIRA KM ITB 2016 beserta massa kampus lainnya masih berharap agar PEMIRA kali ini dapat diikuti secara partisipatif oleh seluruh anggota KM ITB dan selesai tepat waktu. Masa pengambilan berkas dan pengembalian berkas ini dijadwalkan ditutup pada 26 Oktober 2016.

Jadi, apakah Anda K3M dan MWA WM berikutnya? Buktikan dalam proses Pemira ini. Tidak berada dalam bursa pencalonan bukan berarti Anda bukan sosok yang tepat. Selamat meramaikan pesta demokrasi di kampus ITB!

Survei Elektabilitas dan Popularitas Jelang Pemira KM ITB 2016

Divisi Penelitian dan Pengembangan

Pers Mahasiswa ITB 2016

Share.

Leave A Reply