Jasa Layanan Parkir Baru, Mahasiswa ITB Belum Tahu

2
Foto : Jasa layanan parkir ISS bersiap meninggalkan ITB (MBP)

Foto : Jasa layanan parkir ISS bersiap meninggalkan ITB di lahan parkir timur (MBP)

ganecapos.com, Bandung – Per tanggal 1 September 2016, jasa layanan parkir ITB telah berganti kepengurusan. Jasa layanan parkir yang sebelumnya dikelola oleh ISS Indonesia sejak 22 Desember 2010 akan digantikan oleh PT Auto Park. PT Auto Park menjadi pemenang dalam tender yang diadakan oleh LPSE ITB. Selanjutnya, biaya dan sistem parkir terbaru akan dirilis oleh lembaga Sarana dan Prasarana (SP) ITB dan Keamanan, Kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) ITB.

Rabu malam, berbagai grup di jejaring media sosial Line dipenuhi oleh broadcast yang mengumumkan bahwa terjadinya pergantian jasa layanan parkir di ITB yang berlangsung begitu mendadak. Tak ayal mahasiswa ITB pun mempertanyakan bagaimana kelanjutan dari sistem parkir di ITB kini. Sejak pukul 20.00 WIB, pegawai ISS mulai merapihkan barang-barang milik mereka seperti pagar pembatas dan pos parkir ke atas truk. Mereka sudah berkumpul di sekitar area parkir timur (Seni Rupa) dan area parkir barat (Lapangan Sipil). Kemudian, pegawai-pegawai ISS mencatat plat nomor kendaraan mahasiswa yang masih ‘diinapkan’ di dua lahan parkir tersebut yang selanjutnya akan diserahkan ke jasa layanan parkir yang baru.

Saat dimintai keterangan mengenai pergantian pengelola jasa parkir, Muhammad Rahmat, Manajer Pengawasan Lahan Parkir ISS di ITB, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran tender untuk Pengadaan Pekerjaan Jasa Pengelolaan Parkir dan Gerbang Sistem Smartcard telah dimulai sejak 02 Juni 2016 hingga 09 Juni 2016 secara online. Kemudian, dilakukan presentasi teknis dan biaya operasional pada tanggal 22 Juli 2016 dan pada akhirnya diumumkan pemenang tender pada 09 Agustus 2016. Kurangnya sosialisasi dari SP dan K3L ITB terkait pergantian pengelola jasa layanan parkir membuat mahasiswa ITB bertanya-tanya tentang bagaimana nanti aturan baru sistem  layanan parkir di ITB.

Kapasitas Parkir di ITB

Terus bertambahnya mahasiswa ITB dari tahun ke tahun ternyata mempengaruhi juga tingkat penggunaan kendaran bermotor di kampus ITB. Lahan parkir yang sebelumnya dikelola oleh ISS Indonesia yaitu parkir timur dan barat ITB yang dinilai sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan parkir mahasiswa ITB terutama di wilayah Ganesha. Parkir  timur atau lebih dikenal dengan parkir Seni Rupa dinilai hanya mampu menampung 800 sepeda motor dan 90 mobil. Sementara untuk parkir barat atau dikenal parkir Sipil diperhitungkan mampu menampung 1500 sepeda motor. Sisanya mahasiswa ITB memilih untuk memarkirkan kendaraannya di parkir Masjid Salman ITB, sepanjang jalan Ciung Wanara, sepanjang jalan Gelap Nyawang, daerah Kubus, atau di parkir atas Sabuga.

Tentunya kondisi ini perlu diantisipasi dengan baik oleh pihak SP dan K3L. Pak Rahmat pun mencobamengusulkan beberapa alternatif untuk menambah kapasitas parkir di ITB yaitu pembukaan lahan parkir di kawasan timur, tepatnya di sebagian lapangan Seni Rupa, yang dihitung oleh ISS dapat menampung 700 sepeda motor.

Tetapi patut disadari bahwa ITB Ganesha sudah tidak lagi memiliki lahan parkir yang memadai untuk menampung seluruh kendaraan mahasiswa ITB. Semenjak tahun 2013, ketika parkir barat tidak lagi dibuka untuk mobil bersamaan dengan itu juga dilakukan penutupan gerbang belakang akibat pembangunan gedung-gedung baru seperti CAS, CADL, CRCS, dll mengakibatkan kapasitas lahan parkir ITB berkurang. Sebelumnya, parkir di wilayah utara mampu menampung 1700 motor.

Sehingga, perlu kembali menjadi cerminan bagi mahasiswa ITB untuk ke kampus dengan alternatif berjalan kaki ataupun mengendarai sepeda. “Bike to Campus” perlu kembali digalakkan oleh mahasiswa ITB ke depan.

Di hari akhir pelayanan jasa parkir, pengelola parkir ITB sebelumnya, ISS Indonesia melalui Bapak Rahmat menitipkan pesan untuk mahasiwa ITB agar memperhatikan hal berikut diantaranya adalah membuat perencanaan waktu parkir yang lebih baik lagi. Karena tidak jarang terjadi penumpukkan pada saat hendak masuk area parkir. Terbatasnya pintu masuk baik di timur maupun di barat menimbulkan antrean yang cukup panjang terutama pada waktu jam sibuk kuliah. Harapannya hal ini dapat direduksi dengan berangkat lebih pagi sehingga mahasiswa pun dapat mengikuti agenda perkuliahan dengan baik. Apabila seperti itu mahasiswa sering merasa dikejar waktu yang berdampak pada beberapa kali penemuan kasus tertinggalnya kunci motor. Selain itu, perlu menjadi perhatian lainnya adalah jangan pernah menggabungkan antara kunci motor dengan STNK dan atau karcis parkir. Karena hal ini dapat memudahkan pelaku pencurian kendaraan bermotor untuk membawa kendaraan mahasiswa yang kunci motornya masih tergantung di motor.

Permasalahan lainnya yang sering menjadi sorotan adalah sering terjadinya pelaporan helm yang hilang. Hal ini perlu diantisipasi oleh mahasiswa dengan cara menitipkan helm ke jasa penitipan helm atau mengunci helm dengan baik.

Rabu, 31 Agustus 2016 adalah akhir dari perjalanan kerja sama antara ISS Indonesia dengan ITB. Inovasi dan peningkatan jasa pelayanan telah dilakukan oleh ISS yang muncul di Indonesia sejak tahun 2009. Kini ucapan terima kasih disampaikan oleh mahasiswa ITB atas jasa pelayanan yang diberikan.

Reporter : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

2 Comments

  1. Duh sedih baca berita ini. Bagi saya ISS sudah bagaikan bagian penting dari kampus selama 2010 – 2015. Karena setiap hari pasti yang bawa kendaraan bermotor dan parkir di sr atau sipil berinteraksi dengan mereka(minimal ketika bayar). Buat saya iss sudah banyak memberikan pelayanan yang luar biasa padahal saya selalu menginap di kampus, masuk ke parkiran jam 2 malem, bahkan h-1 lebaran masih nginep sampai akhirnya sekre dikunci, kendaraan saya selalu aman. Mereka selalu tersenyum dan membantu kita dalam mencari parkiran.
    Intinya terima kasih banyak iss atas layanannya selama saya di kampus dan semoga pt autopark bisa lebih baik lagi.
    Dan semoga ada parkiran baru yang seharusnya menggantikan parkiran belakang yg hilang.

    Hds, 2010

Leave A Reply