Jambore Nasional : Pramuka ITB Berkarya dengan IPTEK

0
Foto : Upacara Pembukaan Jambore Nasional di Bumi Pramuka Cibubur pada Minggu (14/08) (Pramuka ITB)

Foto : Upacara Pembukaan Jambore Nasional di Bumi Pramuka Cibubur pada Minggu (14/08) (Pramuka ITB)

ganecapos.com, Cibubur – Jambore Nasional atau yang biasa disingkat dengan Jamnas merupakan kegiatan perkemahan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali yang diikuti oleh Pramuka Tingkat Penggalang atau usia 11 – 15 tahun dari berbagai daerah. Kegiatan Jambore Nasional senantiasa melibatkan kontingen kwartir cabang (setingkat kabupaten/kota madya) dari seluruh Indonesia. Peserta Jamnas terdiri dari sekitar 600 kontingen kwartir cabang. Acara ini berlangsung pada tanggal 14 – 20 Agustus 2016 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta.

Jambore Nasional tahun 2016 dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional, Pak Adhyaksa Dault, Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden SBY jilid 1, pada tanggal 14 Agustus 2016. Pada Jamnas ini, panitia adalah anggota pramuka dari golongan pandega, golongan dewasa, dan seluruh pembina pramuka di bawah komando Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Pramuka ITB sebagai Gugus Depan Gerakan Pamuka yang memiliki sekretariat di Sunken Court, Kampus ITB berpartisipasi dalam Jambore Nasional pada 2 Bidang Giat. Pertama, pada Giat Teknologi, Seni, dan Budaya yang berisi stand pameran teknologi dari berbagai instansi dan lembaga di bidang teknologi dan energi. Kedua, pada Giat Air yang berisi kegiatan-kegiatan Jamnas yang berhubungan dengan air.

Giat Teknologi Seni Budaya (Giat TSB) yang dibawa oleh Pramuka ITB memiliki tema yaitu Energi Baru Terbarukan dan Teknik Desain serta Animasi. Pada stand tersebut, Pramuka ITB memperkenalkan bagaimana cara kerja stirling engine (Lab. Termodinamika Teknik Mesin ITB), Alat Penanam Padi Otomatis (Lab. Perancangan Teknik Mesin ITB), Fuel Cell, dan poster-poster serta video mengenai energi panas bumi, angin, solar cell, dan biomassa. Dalam hal Teknik Desain, menampilkan beberapa karya kerajinan seperti Buku POP-UP Jagau (Vania Santoso DKV’12), Watche (Adri, DP’12), buku 3D, Batik Timbul (Holipah Kriya’12), jam hable (Yani, DP’12), dan Mople Lamp (Heri, DP’12). Selain itu, terdapat juga permainan Balap karung dan Terapi Seni dari  DKV ITB. Peserta jambore yang mengunjungi stand Pramuka ITB sangat antusias mendengar penjelasan dari kakak-kakak Pramuka ITB. Pada Stand ITB ini spesial diisi juga kuliah umum oleh alumni Pramuka ITB, pak Pandji Prawisudha (dosen Mesin ITB) yg menjelaskan tentang sumber energi baru sekaligus mendemokan cara kerja stirling engine di depan adik-adik peserta jamnas. Selain itu, Pak Emir M. Husni (dosen Elektro ITB) juga memberikan seminar dan pembelajaran dengan tema ‘Gerakan Pramuka Digital Indonesia’. Peserta Jamnas pengunjung Stand TSB ITB sangat antusias mendengar pengetahuan yang disampaikan oleh kakak-kakak Pramuka ITB.

Pramuka ITB  bersama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) juga menjadi Panitia pada bidang Giat Air khususnya sanggar Penelitian Air dan Roket Air. Bersama Peneliti dari Geoteknologi LIPI, Dr. Ir. Yuliana Susilowati, M.Si., sanggar penelitian air berisi kegiatan meneliti kualitas air danau yang ada di Bumi Perkemahan Pramuka. Peserta jamnas sebelumnya diberi arahan mengenai pentingnya air bagi kehidupan dan cara-cara analisis kualitas air dari segi kimia dan fisika. Setelah itu adik adik diajari membuat laporan ilmiah sederhana dari data penelitian yang mereka ambil. Dari segi biologi, tiap regu diharapkan menyimpulkan kualitas air dari biota biota yg mereka temukan di danau. Dari segi fisika, tiap regu akan membandingkan kualitas air danau dan air minum dari PH, temperatur, dan oksigen terlarut. Terdapat hadiah untuk juara 1,2, dan 3 tiap sesinya. Peserta jamnas mengikutinya dengan penuh antusias.

Roket Air merupakan sanggar yang mengajarkan peserta jamnas cara membuat roket air hingga nantinya akan diuji dengan peluncuran roket hasil buatan tiap regu untuk dilombakan tiap sesinya. Sebelumnya, adik-adik diberi penjelasan mengenai cara kerja roket air serta hal-hal yang membuat roket dapat meluncur tinggi dan jauh. Mereka belajar mengenai tekanan air yang ada di dalam roket saat meluncur yaitu bagaimana membentuk sayap roket agar dapat meluncur dengan stabil dengan konsep tekanan udara saat roket terbang serta faktor-faktor lainnya dari pembuatan roket air.

Sekian, cerita pramuka ITB di Jamnas 2016, kami sangat senang karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik peserta jamnas seluruh Indonesia. Semangat mereka untuk belajar dan berkegiatan pramuka sungguh patut diacungi jempol. Mereka dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan berpadu dalam satu waktu yaitu di Jambore Nasional. Besar harapan adik-adik ini suatu saat dapat menjadi perintis pembangun Bangsa Indonesia lebih baik. Gerakan Pramuka dapat berisi berbagai hal bersifat pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran termasuk mengikuti perkembangan jaman, teknologi, dan seni budaya. Seorang Pramuka adalah jiwa yang ada dalam dirinya dan prinsip-prinsip kepramukaan yang diterapkan. Ikhlas bakti bina bangsa, berbudi bawa laksana. Salam Pramuka !

Cerita Pramuka ITB dalam Jambore Nasional tahun 2016.

Selamat hari pramuka nasional, 14 Agustus 2016! Mari menjadi pemuda-pemudi yang berguna untuk kemajuan bangsa dengan karya-karya yang tercipta dari akal dan lengan kita.

Share.

Leave A Reply