Akhir Cerita PKL Dayang Sumbi

2
Foto : Relokasi PKL Dayang Sumbi ke Taman Sari Food Fest (MBP)

Relokasi — Pembongkaran kios PKL Dayang Sumbi yang dipindahkan menuju Tamansari Food Fest pada Sabtu (27/08/2016) (MBP)

ganecapos.com, Bandung – Puluhan orang yang terdiri dari pedagang kaki lima di wilayah Dayang Sumbi dibantu oleh Satpol PP Kota Bandung, Dinas Kebersihan, dan mahasiswa saling bahu-membahu untuk melakukan pembongkaran kios dagang PKL untuk selanjutnya dipindahkan ke Tamansari Food Fest yang baru saja diresmikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil pada Sabtu (27/08/2016). Proses tarik-ulur antara Pemeritah Kota Bandung dengan PKL Dayang Sumbi akhirnya berbuah kesepakatan dengan pendirian kembali tempat berdagang di Tamansari Food Fest.

Sejak sabtu pagi, puluhan warga sekitar Taman Sari dan para pedagang Dayang Sumbi telah memenuhi area Tamansari Food Fest. Penampilan musik dari band lokal menjadi hiburan tersendiri bagi warga Tamansari yang menunggu kehadiran Walikota Bandung dan jajarannya yang akan meresmikan tempat yang sebelumnya adalah wilayah parkir Sabuga. Waktu pun menunjukkan pukul 11.00 WIB ketika Walikota Bandung hadir bersama dengan wakilnya, Kang Oded M. Danial. Selanjutnya, Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil meresmikan Tamansari Food Fest. Peresmian tersebut mendapatkan sambutan meriah dari warga yang berada di Jalan Tamansari.

Menurut Kang Oded, saat ditemui di sela-sela proses peresmian Tamansari Food Fest, mengatakan bahwa negosiasi antara Pemkot Bandung dan PKL berlangsung begitu panjang.


“Kami sebelum ke tahap akhir ini, mesti melalui beberapa tahapan, seperti mengadakan rapat koordinasi dengan PKL yang jumlahnya sekitar 20 PKL. Kami akui ini prosesnya begitu lama” ungkap Wakil Walikota Bandung yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Khusus  PKL Kota Bandung.


Sementara Ridwan Kamil pada sambutannya menitipkan pesan kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapihan lokasi baru tersebut. Kang Emil menambahkan, “Kepada para PKL, silahkan manfaatkan lokasi ini dan untuk persoalan lapak-lapak, silahkan atur sendiri sesuai kesepakatan antarpedagang.”

Kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran kios-kios permanen para pedagang Dayang Sumbi dengan mengerahkan puluhan orang di dalam aktivitas ini. Beberapa truk milik Satpol PP Kota Bandung dan milik PD Kebersihan Kota Bandung ikut memudahkan proses relokasi ini. Semangat mahasiswa pun ikut serta di dalam aktivitas gotong-royong ini. Tampak sebagian besar mahasiswa ITB terlibat aktif di dalam pembongkaran bangunan permanen tersebut. Hingga akhirnya sekitar pukul 14.00, proses relokasi terbut hampir selesai. Kini, cerita PKL Dayang Sumbi telah berakhir dan akan menjadi permulaan bagi para pedagang untuk berjualan di Tamansari Food Fest

Penutupan Gerbang Belakang ITB Pengaruhi Penurunan Keuntungan PKL

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa gerbang belakang ITB telah ditutup semenjak beberapa tahun yang lalu. Salah satu dampaknya sangat terasa bagi para pedagang di Dayang Sumbi. Menurut cerita Ibu Lilik, salah satu penjual gorengan dan minuman, “Sejak tahun 1979 hingga 2012, saya berjualan di sini dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Namun, semenjak gerbang belakang ditutup dan gerbang dekat CRCS ITB juga ditutup, kami mengalami penurunan omset dari biasanya.” Dari informasi yang didapatkan bahwa Ibu Lilik juga memiliki beberapa saudara yang berjualan di wilayah Dayang Sumbi. Salah satunya, Bapak Asep Djuana, penjual bubur ayam yang mengalami kebangkrutan, “Bapak hanya berjualan sekitar 4 bulan saja karena bangkrut. Bangunan yang didirikan dengan menghabiskan biaya sekitar 2.5 juta ternyata tidak bisa balik modal.”

Tentunya, dengan pemindahan kios-kios ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para PKL yang akan menempati Tamansari Food Fest. Namun, di sisi lain perlu juga diantisipasi oleh Pemerintah Kota Bandung dan ITB tentang kepadatan arus lalu lintas yang akan terus terjadi di gerbang SBM. Karena Tamansari Food Fest pastinya akan mengundang minat mahasiswa ITB maupun warga sekitar yang akan menjadikannya sebagai tujuan kuliner baru di kawasan Bandung Utara. Sehingga, sangat mungkin terjadi kepadatan akan terus terjadi di wilayah ini.

Penghijauan Kawasan Utara ITB Ganesha

Setelah relokasi ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan bersama ITB akan memperbaiki kembali trotoar di kawasan utara ITB Ganesha. Hal ini diungkapkan oleh Pak Agus Hariman, salah satu Satpol PP Kota Bandung, “Bangunan permanen yang telah dibangun akan diratakan dan selanjutnya akan dilakukan penghijauan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung.”

Sebelumnya, proses panjang untuk relokasi kios-kios pedagang Dayang Sumbi, membuat ITBmenunda rencana penataan kampus utara dan trotoar utara kampus ganesha. Proses penghijauan dengan pembuatan taman di sepanjang Jalan Dayang Sumbi akan menjadi fokus perhatian ITB dan Dinas Bina Marga dan Pengairan ke depan.

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah dengan proses relokasi PKL Dayang Sumbi, ITB akan kembali membuka gerbang belakang yang ada di kawasan utara ITB Ganesha?

Reporter : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

2 Comments

  1. Kalo boleh tau, alasan pintu utara ditutup kenapa ya?
    Denger-denger gara-gara konstruksi atap tunnel yg udah lemah. Bener ga tuh

Leave A Reply