Kabinet Kerja Kembali Dirombak Jokowi

0

GANECAPOS.COM — Rabu (27/07), Presiden Joko Widodo kembali mengubah susunan kabinet dalam Kabinet Kerja. Ada 12 menteri, 1 wakil menteri, dan 1 kepala lembaga pemerintah nonkementerian yang diganti maupun dirotasi dalam pengumuman yang disebarluaskan dari Istana Negara, Jakarta, tersebut. Pergantian ini merupakan reshuffle kedua, dengan yang pertama terjadi pada 12 Agustus 2015 lalu. Saat itu, Jokowi mengganti para Menteri Koordinator, Menteri Perdagangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Sekretaris Kabinet.

Seperti yang diwartakan oleh vivanews, isyarat penggantian susunan kabinet mulai tampak setelah Presiden mengirimkan pesan singkat kepada para menteri, berupa larangan para menteri meninggalkan Jakarta sepanjang tanggal 25 hingga 29 Juli 2016. Seperti diwartakan beberapa media, dalam pesan tersebut, presiden juga memberitahukan adanya sidang paripurna kabinet di antara tanggal tersebut yang harus dihadiri semua menteri. Kabar pergantian susunan kabinet semakin nyata setelah Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengamini akan ada pengumuman pergantian kabinet pada pukul 11.00 WIB pada Rabu (27/07). Isu-isu tersebut akhirnya terwujud setelah Joko Widodo menyampaikan alasan penggantian para menteri, tepat pada waktu yang telah disebutkan oleh Pramono.

Kepada Kompas, Jokowi beralasan bahwa dua tahun pemerintahannya telah menghadapi tantangan yang tidak ringan dan mesti menyelesaikan banyak persoalan. “Saya menyadari bahwa tantangan-tantangan terus berubah dan membutuhkan kecepatan kita dalam memutuskan, kita harus bertindak yang langsung dirasakan oleh rakyat, yang dinikmati oleh rakyat, baik jangka pendek, menengah dan panjang,” kata Jokowi. Beliau pun menekankan bahwa beliau berusaha maksimal agar Kabinet Kerja dapat lebih cepat dan lebih efektif dalam bekerja. “Sehingga hasilnya nyata dan dalam waktu secepat-cepatnya,” ujar Jokowi.

Satu menteri alumnus ITB

13 pos dalam pemerintahan Jokowi yang berganti pemimpin meliputi tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, baik dari perwakilan partai politik pendukung pemerintahan maupun kalangan profesional. Daftar menteri yang diganti adalah sebagai berikut.

  1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Wiranto
  2. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
  3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Eko Putro Sanjoyo
  4. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
  5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Muhajir Effendy
  6. Menteri Perdagangan: Enggartiasto Lukita
  7. Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto
  8. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Archandra Tahar
  9. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Asman Abnur
  10. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman: Luhut Binsar Pandjaitan
  11. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional: Sofyan Djalil
  12. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Thomas Lembong
  13. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Bambang Brodjonegoro
  14. Wakil Menteri Perindustrian: Franky Sibarani

Salah satu sorotan yang diberikan adalah perubahan pos Menteri ESDM, yang menggantikan Sudirman Said. Hasil penelusuran Sindonews mengungkapkan bahwa Chandra, panggilan dari Archandra Tahar, adalah lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung tahun 1994. Ia pun juga mendapatkan gelar master untuk jurusan teknik kelautan Universitas Texas A&M tahun 1998 dan gelar doktor tahun 2001. Chandra memiliki pengalaman selama 14 tahun dalam bidang hidrodinamika dan teknik offshore. Chandra juga memiliki hak paten yang berkaitan dengan teknik offshore seperti teknologi Multi Column TLP (MCT) Floating Platform dan menjadikannya salah satu tokoh yang memperkenalkan teknik hidrodinamika untuk industri.

Keempat belas pejabat kabinet baru dilantik oleh Presiden di Istana Negara pukul 13.00 WIB, dan selanjutnya mengikuti rangkaian sidang paripurna kabinet di lokasi yang sama pada pukul 15.00 WIB.

Editor: Fikri R. Ardi

Share.

Leave A Reply