Open Data Sebagai Solusi Bangsa Era Digital

0
Foto : Diskusi Open Data bersama Komunitas One Data di CC Timur (YS)

Foto : Diskusi Open Data bersama Komunitas One Data di CC Timur (YS)

ganecapos.com, Bandung – Era digital tidak terlepas dari penggunaan banyaknya data di dalam kehidupan saat ini. Namun tampaknya, hal ini masih menjadi sebuah hal yang sulit bagi penggunanya, salah satunya pada dunia kemahasiswaan. Kementrian Data Publik KM-ITB bekerja sama dengan One Data Indonesia dari staff Kepresidenan RI periode Joko Widodo mengadakan diskusi mengenai open data pada Jumat pagi, 3 Juni 2016 di Galeri 4, CC Timur ITB. Kunjungan One Data Indonesia ini diisi oleh Bapak Robertus Theodore dengan moderator adalah Delia Rahma (BE’12).

Pada awalnya bermula dari kemudahan di dalam pencarian data terhadap kebutuhan data yang valid saat ini, tampaknya masih sangat sulit walaupun telah banyak data yang telah dihasilkan dan dipublikasikan. Hal ini terjadi karena masih sulitnya mencari data tersebut yang masih harus melewati beberapa stakeholder sebelum menemukan data yang dicari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkanlah sebuah platform yang mengumpulkan, menyaring, memvalidasi, dan mempublikasi data-data publik tersebut dengan sebutan open data.

Untuk mempersiapkan sebuah open data, hal pertama yang dilakukan adalah membuat satu standar data. Dengan ini, tentunya akan mempermudah di dalam proses pengumpulan, penyaringan, validasi, dan publikasi dari data tersebut. Selanjutnya, alur dari open data secara sederhana diibaratkan sebagai portal. Open data membuka data-data untuk umum dari kelompok penyedia data. Tahap terakhir dalam proses ini tentunya adalah rilis data secara terbuka. Untuk merilisnya, tentu harus diperhatikan beberapa hal agar tak menyalahi aturan apapun. Hal utama yang ditekankan adalah data ini bersifat publik. Dengan demikian, data ini bebas biaya, memiliki lisensi CC-BY (dari creative common), dan dalam penggunaannya harus menggunakan format kutipan yang benar. Contoh: Institusi (waktu publik): judul data set, tanggal diakses, dan tautan.

Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi kemahasiswaan ITB yang akan bergerak di dalam pemanfaatan data atau dikenal dengan istilah open data. Tak hanya di pusat, open data pun dapat dimanfaatkan oleh himpunan maupun Unit Kegiatan Mahasiswa misalnya dipergunakan untuk database keanggotaan, data arsip, data dokumentasi, maupun data prestasi. Semoga hal ini menjadi inspirasi untuk melangkah kepada era kemahasiswaan digital.

Reporter : Cahya Amalinadhi (AE’13) dan Yusrina Sabila (MRI’14)

Editor : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

Leave A Reply