Jadi Pembicara IRAMA Salman ITB, Wakil Presiden RI Tekankan Pentingnya IPTEK

0
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menjadi pembicara dalam acara IRAMA (Foto : IM/MAS)

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menjadi pembicara dalam acara IRAMA (Foto : IM/MAS)

ganecapos.com, Bandung – Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menjadi pembicara spesial di acara program Inspirasi Ramadhan (IRAMA) Masjid Salman ITB, Minggu (19/6). Acara ini berlangsung semenjak pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di antaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Rektor ITB Prof. Kadarsyah Suryadi.

Acara ini diramaikan oleh ratusan jamaah Masjid Salman ITB baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat pada umumnya yang telah melakukan proses pendaftaran. Jamaah yang hadir pun diperiksa cukup ketat sebelum memasuki ruang utama Masjid Salman ITB oleh petugas keamanan.

Inspirasi Ramadhan, salah satu agenda Bulan Ramadhan Masjid Salman ITB, ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Muzammil Hasballah (AR’11). Sebelumnya Ketua YPM Masjid Salman ITB, Dr. Ir. Syarif Hidayat, menyampaikan sambutannya terkait visi misi Masjid Salman ITB sebagai masjid peradaban. Kemudian, Rektor ITB pun menyampaikan sambutannya tentang ITB sebagai World Class University yang harus memaksimalkan potensi research yang dimiliki. “Dalam membentuknya, dibutuhkan 4 aspek yang biasa saya singkat sebagai 4R, rasio, raga, rasa, dan religi,” papar Kadarsah.

Dalam kunjungannya ke masjid kampus pertama di Indonesia, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan materi dengan tema “Arti Kepemimpinan Sejati untuk Semesta Alam”. Baginya setiap manusia adalah pemimpin yang wajib mempertanggungjawabkan setiap apa yang dipimpinnya. Beliau menekankan walaupun Indonesia kini banyak masalah namun tidak sampai menimbulkan kekacauan. Beliau membandingkan dengan kondisi di Benua Eropa dan Timur Tengah yang tengah mengalami kekacauan.

Bapak Jusuf Kalla juga menekankan tentang penduduk Indonesia yang mayoritas muslim dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan potensi zakat yang ada. Selain itu, pria yang akrab disapa “JK”, menambahkan bagaimana bangsa ini agar berkekuatan ekonomi? Pak JK berpendapat, kuncinya adalah mengolah ilmu-ilmu pengetahuan yang melimpah ini agar bernilai ekonomi.

“Di era yang mulai diisi oleh Generasi Y (red : anak muda sekarang), kita sangat akrab dengan IT. Ada teknologi lain seperti nanoteknologi, manufacturing, dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana kita men-shift ilmu-ilmu ini menjadi bisnis,” papar pria yang sedang menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Reporter : Ikhwanul Muslimin (IF’14), Muhammad Adil Setyanto (TL’14)

Editor : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

Leave A Reply