Indonesia Youth Speak Summit 2016: Antara Kita, Indonesia, dan Dunia

0
Menko Kemaritiman dan Energi, Rizal Ramli, memberikan materi di IYSS 2016

Menko Kemaritiman dan Energi, Rizal Ramli, memberikan materi di IYSS 2016

ganecapos.com, Bandung – Pada Sabtu, 30 April 2016, dilaksanakan acara Indonesia Youth Speak Summit (IYSS) 2016 dengan tema “Mobilizing Indonesia Youth Toward Sustainable Development Goals (SDGs)  yang dilangsungkan oleh AIESEC Indonesia di Gedung Merdeka, Bandung. Acara ini terbagi menjadi tiga sesi yaitu Seminar, Sesi berbagi, dan Pelatihan; dengan fokus yang berbeda untuk masing-masing sesi.

Sebelumnya, ada beberapa hal yang mendasari IYSS 2016 yaitu terkait Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan target-target capaian yang disepakati negara-negara dunia pada United Nations Sustainable Development Summit 25 September 2015 untuk tahun 2030 mendatang. SDGs merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals dan terdiri dari tujuh belas poin berikut:

1. Kesejahteraan
2. Makanan
3. Kesehatan
4. Pendidikan
5. Wanita
6. Air
7. Energi
8. Ekonomi
9. Infrastruktur
10. Persamaan Hukum
11. Kebiasaan Manusia
12. Konsumsi Manusia
13. Iklim dan Cuaca
14. Ekosistem Laut
15. Ekosistem Darat
16. Institusi
17. Keberlanjutan

Lebih lanjut, penjelasan mengenai ketujuhbelas poin tersebut dapat dilihat di http://www.undp.org/content/undp/en/home/sdgoverview/post-2015-development-agenda.html .

Youth Speak

Secara ringkas, Youth Speak merupakan suatu rangkaian global youth movement yang diinisiasi AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales) International dan UN (United Nation) Development. Rangkaian pergerakan tersebut diawali dengan survei Youth Speak Survey; berisikan pandangan para pemuda mengenai SDGs dan menampung aspirasi mereka mengenai poin-poin dalam SDGs tersebut. Survei tersebut kemudian akan dijadikan dasar dalam mengambil langkah pergerakan di wilayah masing-masing. Rangkaian pergerakan kemudian dilanjutkan dengan Youth Speak Insight hingga Youth Speak Forum. Dari kolaborasi AIESEC di sepuluh kota besar di Indonesia—meliputi Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya, Malang, Padang, Palembang, Purwokerto, Semarang, Lampung, dan Bandung—diadakan roadshow Youth Speak Forum dengan IYSS 2016 sebagai puncaknya.

Indonesia Youth Speak Summit 2016

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, IYSS 2016 terbagi menjadi tiga sesi: Seminar, Sesi Berbagi, dan Pelatihan. Sesi seminar diisi oleh enam pembicara dengan subtopik masing-masing. Keenam subtopik dan masing-masing pembicaranya antara lain SDGs for Indonesia oleh Martha Santoso Ismail (UNFPA Indonesia Assistant Representative); Youth Awaken on SDGs oleh Surya Darma (Presiden AIESEC Indonesia); Mobilizing Youth Together to Shape Indonesia oleh Rizal Ramli (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia); Creating Change Agents to Shape High Performing Youth oleh Setyo Riyanto (Direktur Eksekutif MarkPlus Center for Public Services); Powering Indonesia’s Potentials oleh Firman Ardiansyah (Head of Offline Marketing Kudo Teknologi Indonesia); dan Characteristics Indonesia Should Have Nowadays oleh Cristian Sabilal P. (Young Enterpreneur).

Sesi berikutnya, Sharing Ideas, sebagaimana namanya, lebih merupakan sesi berbagi pengalaman yang diisi oleh Fenny M. Dwivany (Co-Founder of Banana Group), Sugihardjo (Founder of BTA), dan dan Regi Wahyu (CEO of Mediatrac). Sementara itu, sesi pelatihan dilakukan dengan teknis ruang terpisah untuk masing-masing pembicara dengan para peserta telah memilih kelas workshop yang mereka minati pada saat pendaftaran. Ada empat kelas workshop yang diadakan; masing-masing kelas diisi oleh Yaumi Fauziah (Head of Go-Life Marketing Gojek); karina Suhenda (Marketing Communication Manager Kudo Teknologi Indonesia), Valerie dan Veronika Krasna (Co-Founder Lookats Project); dan Alf Hanif Noor (Lead Organizer of TEDx Bandung).

IYSS 2016 merupakan rangkaian acara yang sarat konten dan bahan renungan. Alih-alih saling mengadu pandangan dan pemikiran yang sering kali berujung pada titik ‘tidak menghasilkan’ atau bahkan permusuhan, IYSS mengingatkan pada permasalahan-permasalahan yang bangsa ini alami dan cukup mendesak serta bagaimana kita berpotensi menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut jika kita bersedia menurunkan ego masing-masing dan melihat dengan pikiran dan hati yang jernih. Di akhir, salah satu pembicara, Surya Darma, memberikan sebuah kutipan: “No matter what you study, you have to make sure the knowledges that have ever been passed to you—you use it for the good of humankind. “Acara IYSS adalah acara yang luar biasa karena generasi X, Y, Z, dan generasi ‘orang tua’ berkumpul dalam satu ruangan,” ungkap Setyo Rianto. Memang, tanpa melebih-lebihkan, masa-masa ini merupakan masa yang penting karena keempat generasi tersebut saling bersinggungan—dan beradu pendapat. Bagaimana hasilnya, bergantung individunya masing-masing. Semoga menjadi bahan renungan bersama.

Reporter : Melati Dwi (SITH-S’15)

Editor : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

Leave A Reply