Awal Mula Muncul Pemikiran Metrologi

0
Awal Muncul Pemikiran Metrologi

Awal Muncul Pemikiran Metrologi

Metrologi merupakan ilmu tentang ukur dan mengukur dalam arti luas. Kegiatan metrologi meliputi pengukuran, karakter alat ukur, metode pengukuran, dan penafsiran dari hasil pengukurannya. Bidang yang dikelola meliputi pengujian, produksi, kalibrasi, dan jaminan mutu.

Pengukuran sendiri adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Besaran standar ini tentunya memerlukan satuan-satuan dasar. Dalam dunia perindustrian saat ini ada dua sistem pengukuran yang digunakan. Yaitu, Sistem inci  (British System) dan Sistem Metrik (Metrik System).

British System, secara garis besar berlandaskan pada satuan ini, pound dan detik sebagai dasar satuan panjang, massa, dan waktu. Pada umumnya sistem ini digunakan di Inggris dan Amerika. Sementara, Metrik System atau yang lebih akrab disebut Satuan Internasional mendasarkan pada meter untuk pengukuran panjang, sekon untuk pengukuran waktu, dan kilogram untuk pengukuran massa. Dunia industri dari negara-negara industri sebagian besar menggunakan sistem metrik sehingga ini memungkinkan terjadinya hubungan kerja sama antara industri satu dengan lainnya karena sistem pengukuran yang digunakan sama. Hal penting yang harus diingat adalah prinsip dasar industri untuk menghasilkan komponen yang mempunyai sifat mampu tukar, hal inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa Sistem Metrik lebih sering menjadi satuan dasar di negara-negara lain selain Inggris dan Amerika.

Pentingnya penggunaan satuan ini dapat dimengerti dengan melihat kepada sejarah. Hingga abad yang ke 18, tidak ada sistem satuan pengukuran. Pengukuran didasarkan pada keputusan Raja saat itu. Negara Perancis merupakan salah satu negara yang kacau balau karena satuan pengukuran, Tahun 1975 terdapat lebih dari 700 satuan pengukuran di Perancis. Kebanyakan diambil dari bagian tubuh manusia, seperti tangan, kaki dan sebagainya. Dengan semakin majunya peradaban, semakin meningkat pulalah keharmonisasian didalam pengukuran, sehingga politisi dan ilmuwan bekerja sama untuk memperbaiki situasi ini.  Pemikiran dan usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, hingga tanggal 20 Mei 1875, diadakan Konvensi Meter yang didatangi 17 Negara. Di Konvensi Meter ini, diperkenalkan prototipe meter dan kilogram. Disusul kemudian satuan unit elektrik pada tahun 1937, satuan unit fotometrik pada tahun 1937, dan standar pengukuran radiasi ion pada tahun 1960.

Kesadaran akan pentingnya pengukuran lah yang membuat perancis dan negara-negara lainnya mau bersusah payah untuk memiliki standar pengukuran. Memastikan pengukuran yang digunakan antara satu negara dengan negara lain dapat diketahui dan ditelusuri. Hal inilah yang membuat perdagangan di antar negara dapat dengan mudah dilakukan. Bayangkan saja bila pemesanan barang kepada negara lain tanpa diketahui bagaimana sistem pengukurannya, tentunya hal ini akan sangat menghambat transaksi jual beli. Selain perdagangan dalam skala yang besar, masyarakat juga dituntut untuk lebih bijak dalam melakukan pengukuran didalam kehidupan sehari-hari, karena kecerobohan didalam melakukan pengukuran dapat memperbesar kerugian dan kemungkinan untuk melakukan kecurangan. Sama seperti negara-negara di Eropa bertahun-tahun yang lalu yang menerapkan sistem pengukuran supaya industri mereka dapat maju pesat seperti hari ini. Demikian pulalah Indonesia, mulailah melakukan pengukuran yang tepat sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku sehingga diharapkan perdagangan serta ekonomi Indonesia akan semakin maju. Karena Negara yang maju dapat dilihat dari ketertiban dan ketaatan masyarakatnya didalam melakukan pengukuran sehari-hari.

Selamat hari Metrologi Dunia!

Josephine Gultom, Metrologi dan Instrumentasi ITB 2013

Share.

Leave A Reply