Berbagai Respon Masyarakat Mewarnai Kehadiran Taman Cikapundung

0

ganecapos.com — Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melaksanakan program pembenahan taman kota, warga mulai merasakan berbagai sentuhan baru pada ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di dalamnya, terlihat dari taman-taman tematik yang terletak di beberapa wilayah. Salah satu taman yang baru saja diresmikan pada awal tahun 2016 adalah Taman Edukasi Sosialisasi Cikapundung Bersih atau yang terkenal dengan sebutan Teras Cikapundung. Taman ini telah direncanakan pembangunannya sejak tahun 2009 silam dan mulai dibangun tahun 2013 dengan pendanaan dari pemerintah pusat.

Taman yang telah selesai pembangunannya pada 30 Februari 2016 lalu, dibangun oleh Pemkot bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan Institut Teknologi Bandung dalam hal penyediaan perangkat tambahan dan sarana. Taman ini dibuat sebagai sarana pendidikan dan sosialisasi yang nantinya dapat mengundang sekelompok masyarakat ke taman ini untuk mendapatkan pendidikan dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya perairan agar tetap bersih.

Taman yang memiliki 24 pegawai mulai dari juru parkir hingga petugas keamanan bangunan ini kerap ramai didatangi pengunjung, terutama saat pada waktu liburan. Respon masyarakat terhadap dibangunnya Taman Cikapundung ini dinilai cukup baik. Masyarakat sangat mengapresiasi kemampuan pemerintah dalam membaca potensi tempat tersebut sehingga bisa dibangun suatu taman yang indah dan menarik minat banyak pengunjung. Beberapa alasan masyarakat Bandung memilih berkunjung ke tempat ini adalah karena tempatnya yang indah, sejuk, dan menawarkan pemandangan yang berbeda disertai dengan adanya hiburan yang disediakan.

Bakri, salah satu pengunjung yang ditemui, mengaku sangat mengapresiasi pemerintah Kota Bandung atas dibangunnya tempat ini. Beliau menyampaikan bahwa ruang publik seperti Taman Cikapundung ini akan memberi banyak sekali manfaat, baik untuk masyarakat maupun untuk pemerintah itu sendiri. Beliau menyampaikan ruang publik seperti ini bisa menjadi katup untuk meringankan beban hidup masyarakat, menjadi sarana bagi masyarakat dalam menghilangkan kejenuhan ditengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Dibalik respon positif yang menghiasi seputar Taman Cikapundung ini, terdapat pula efek samping yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, seperti padatnya laju kendaraan yang melewati Jalan Siliwangi. Dari pantauan di lapangan, terlihat kemacetan yang lebih sering terjadi di sekitar taman dibandingkan sebelum dibukanya taman ini. Meskipun begitu, masyarakat sekitar menganggap dampak negatif tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang diberikan, seperti membuka lapangan pekerjaan baru dan penambahan ruang publik sebagai sarana bagi masyarakat untuk menghilangkan kejenuhan dan tempat berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Sayangnya, taman ini direncanakan hanya dibuka untuk kegiatan umum selama satu tahun pertama sejak pembukaannya.  Mulai tahun 2017 nanti, taman yang kini dibuka sejak pukul 08.00 – 20.00 WIB ini akan dikembalikan ke fungsi awalnya, yakni sebagai media pendidikan dan sosialisasi. Hal ini ditujukan untuk menjaga kebersihan sarana dan prasarana yang telah ada di taman. Salah satu penjaga taman berkata bahwa banyak perangkat yang telah rusak saat ini karena tidak sedikit pengunjung yang datang hanya untuk mencari hiburan dan tidak memedulikan kondisi kebersihan maupun prasarana yang telah disediakan. Dari pantauan langsung, memang terlihat beberapa pengunjung yang menginjak daerah rumput yang sudah disekat hanya untuk mengambil gambar.

Kontributor : M. Fauzan Al Ghifary (FTI’15), M. Ghani Hidayatullah (FTTM’15), Azmi Rahmayani (FTI’15), dan Nahayuk Kresnawati (FMIPA’15)

Share.

Leave A Reply