Penantian Panjang Blok Masela

0
Tulisan dan infografis tentang Blok Masela adalah hasil kajian HMTM Patra ITB

Gambar : Tulisan dan infografis tentang Blok Masela adalah hasil kajian HMTM Patra ITB

ganecapos.com — Setelah penuh pertimbangan, salah satu lapangan minyak di Indonesia yang sedang menjadi pembahasan mengenai jenis kilang yang akan digunakan yaitu Blok Masela, akhirnya diputuskan oleh Presiden Joko Widodo untuk jenis kilang di darat atau secara onshore.

“Dari kalkulasi, perhitungan, dan pertimbangan — pertimbangan yang sudah saya hitung. Kita putuskan di darat.” — Presiden Joko Widodo

Blok Masela sebagai salah satu lapangan minyak dan gas bumi di Indonesia berada pada Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Australia. Blok ini terletak di Laut Arafura, Maluku dengan luas kurang lebih 4.291,35 km², letaknya sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau sekitar 400 km di utara kota Darwin, Austalia, dengan kedalaman laut mencapai 500–800 meter. Lapangan minyak Blok Masela saat ini sedang dikelola oleh INPEX Masela ltd., perusahaan minyak dan gas asal Jepang dan Shell ltd. 

Berdasarkan data terbaru lemigas tahun 2015, cadangan terbukti Blok Masela mencapai 10,73 trillion cubic feet (TCF). Hal ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi nasional ke depan. Indonesia Gas Balance menyatakan bahwa Indonesia akan mengimpor gas pada tahun 2020 karena meningkatnya permintaan dalam negeri dan kebijakan masa lalu yang menghendaki mayoritas produksi diekspor. Persoalan klasik terjadi, dari tarik ulur kebijakan yang bertujuan untuk membuat keputusan terbaik yang dianggap mampu menyejahterakan rakyat. Hingga saling hitung, adu data, maupun saling klaim yang terbaik sehingga menyebabkan kebingungan bagi masyarakat Indonesia.

Tentunya tidak ada pilihan yang sempurna dalam menyelesaikan permasalahan Blok Masela tersebut, metode Onshore Liquified Natural Gas (OLNG) atau Floating Liquified Natural Gas (FLNG) memiliki kelebihan dan kekurangan di masing-masing sisinya. Baik dari sudut pandang keteknikan, ekonomi, maupun sisi politiknya. Bagaimanapun juga kesejahteraan rakyat harus diutamanakan karena ini merupakan amanah konstitusi, pasal 33 UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dari segi keteknikan, pemilihan jenis pengelolaan kilang baik dengan cara FLNG (Floating Liquified Natural Gas) atau OLNG(Onshore Liquified Natural Gas) atau bahkan FCNG (Floating Compressed Natural Gas) masing-masing memiliki keunggulan dan hambatan di dalam pelaksanaannya di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat di halaman sumber tulisan.

Dengan adanya kepastian ini, yaitu pengelolaan blok Masela secara OLNG, diharapkan mampu memberikan jaminan bagi para investor di Indonesia terutama dalam bidang minyak dan gas bumi agar senantiasa terbangun iklim usaha yang positif di negara Indonesia. 

#HMTM PATRA ITB
#ProduktifSinergi
#PlanetKajian
#BlokMasela

#MencerdaskanMencerahkan 

Tulisan terkait:

1. https://medium.com/@kajianenergi.patraitb/prayudha-rifqi-safiraldi-80436df5a545#.haynemqsw

2. https://medium.com/@kajianenergi.patraitb/chrysaeta-filian-doni-96c59c4cf204#.z9pan3acr

3. https://medium.com/@kajianenergi.patraitb/defry-erwinsyah-umra-lubis-a17b8cd13fd9#.5aumvkw6f

4. https://medium.com/@kajianenergi.patraitb/muhamad-choirul-azis-a170a406bb52#.toe939rsr

Editor : Muhammad Bayu Pratama (GD’14)

Share.

Leave A Reply