Hari Air Sedunia : Maknai Air untuk Generasi Mendatang

0

Tidak dapat terelakan lagi bahwa air sudah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Berbagai macam penyakit akibat kualitas dan kuantitas air yang dapat berujung kematian merupakan bukti nyata makna air bagi kehidupan. Pertumbuhan penduduk bumi yang terus meningkat, tidak terkendalinya tingkat pencemaran air, dan perubahan tata guna lahan yang sangat signifikan merupakan tantangan besar bagi ketersediaan air di bumi.

Kebutuhan manusia terhadap air sangatlah besar dan kebutuhan terbesar tersebut terdapat pada sektor pertanian. Tercatat bahwa 66% dari kebutuhan air manusia adalah untuk keperluan pertanian, sedangkan sisanya 10% untuk keperluan domestik, 20% untuk keperluan industri, dan 4% menguap akibat panas matahari. Ironisnya 97% air di bumi adalah air asin dan hanya 3% sisanya adalah air tawar. Lebih dari 2 per tiga bagian dari air tawar tersebut berada dalam bentuk es di glasier dan es kutub. Sehingga air tawar yang dapat memenuhi kebutuhan manusia jumlahnya hanya 1% dari total air di bumi dan air tersebut berupa air tanah. Namun jumlah air yang dapat dimanfaatkan berbeda-beda pada setiap musimnya. Pada musim penghujan ketersediaan air dapat melampaui kebutuhannya. Sebaliknya pada musim kemarau, di beberapa tempat khususnya di Indonesia, ketersediaan air tidak dapat memenuhi kebutuhannya seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tingkat pemanfaatan air pun masih dirasa kurang efisien. Pasalnya tingkat eksploitasi air tanah, terutama di kota besar, sangatlah tinggi, namun pemanfaatannya belum optimum. Eksploitasi air tanah yang tidak terkendali dapat menyebabkan jumlah air tanah yang terus berkurang. Apabila hal tersebut terus terjadi, dengan beban diatas tanah yang semakin besar, akan memicu terjadinya penurunan elevasi permukan tanah. Penurunan elevasi permukaan tanah tersebut sudah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya di Jakarta. Dampak dari penurunan elevasi permukaan tanah antara lain amblesnya tanah dan juga banjir.

Secara garis besar, masyarakat masih belum memanfaatkan air secara efektif. Mungkin hal ini juga dipengaruhi karena minimnya sosialisasi tentang akan pentingnya keberadaan air. Mayoritas masyarakat Indonesia hanya menggunakan air dalam satu siklus. Contonya air yang diperlukan untuk wudhu akan langsung dibuang begitu saja. Padahal air tersebut masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Kebanyakan masyarakat juga masih belum bisa memanfaatkan sumber air yang ada secara optimal. Contohnya air hujan, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan air hujan sebagai persediaan air mereka. Apabila air hujan tersebut dikumpulan pada suatu tampungan, seperti bak pengumpul, air tersebut dapat digunakan sebagai cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga seperti menyiram tanaman, mencuci mobil, dan lain-lain.

Hari Air Sedunia 2016

Upaya nyata pun harus digalakkan untuk memenuhi kebutuhan air di masa mendatang. Optimalisasi pemanfaatan air dirasa sangat diperlukan. Bukan hanya dengan memakai air dalam 2 atau lebih siklus, melainkan dapat pula dilakukan dengan cara pemakaian air secukupnya. Selain itu untuk mengelola eksploitasi air secara tertib, diperlukan penegakan peraturan hukum yang berlaku yaitu, undang-undang nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan. Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah melindungi dan melestarikan sumber daya air, dengan cara pengaturan tata guna lahan yang baik agar tingkat penyerapan air ke dalam tanah lebih optimal.

Air merupakan sumber daya alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Dengan sistem tertutup dan konsep kekekalan massa, jumlah air di bumi ini akan selalu sama. Namun diperlukan energi yang banyak untuk mengolahnya hingga dapat dimanfaatkan. Jika kamu peduli dengan anak cucumu, mulailah peduli dengan airmu.

#savewatersaveworld
#worldwaterday2016

Tulisan ini merupakan kontribusi dari Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Air dalam rangka Hari Air Sedunia tahun 2016.

Share.

Leave A Reply