Kentalnya Budaya dalam Festival Kampung Manteos

0

GANECAPOS.com – Sabtu malam (30/05) diadakan festival di Kampung Manteos kawasan Sangkuriang, Bandung. Festival ini diadakan dengan kerjasama Himpunan Mahasiswa Planologi (HMP) “Pangripta Loka” ITB dengan warga Kampung Manteos. Festival ini hadir sebagai salah satu bentuk puncak community service dari HMP ITB ke warga Kampung Manteos yang telah berjalan selama dua tahun belakangan. Dengan peresmian ruang publik sebagai acara unggulan, Festival Kampung Manteos berhasil mendatangkan pengunjung dari berbagai kalangan usia.

Festival Kampung Manteos resmi dimulai dari pukul 19.00 WIB hingga selesai. Unsur budaya Sunda sangat kental terlihat selama keberlangsungan acara. Seluruh panitia mengenakan batik atau baju tradisional Sunda. Bahkan, pembukaan acara dan ornamen atau dekorasinya bernuansa Sunda. Selain ruang publik, Festival Kampung Manteos juga menghadirkan Bazaar Jajanan Rakyat, Perpustakaan Warga, dan Pagelaran Seni Sunda.

Salah satu hal menarik, Pagelaran Seni Sunda diisi oleh penampilan anak-anak warga Kampung Manteos. Anak-anak tersebut selalu tersenyum walaupun hanya menari mengiringi lagu bernuansa Sunda yang diputar. Hal tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi penonton. Hasilnya, tepuk tangan yang meriah selalu diberikan oleh penonton di akhir penampilan anak-anak tersebut.

Menurut Luthfi Muhammad Iqbal (Planologi 2012), selaku ketua HMP, Kampung Manteos dipilih karena HMP telah memupuk kerja sama dengan warga di kampung tersebut sejak dua tahun lalu. HMP sering melakukan pengajaran pada anak-anak dan live-in di rumah warga. Selain itu, melihat fakta bahwa ruang publik di Kampung Manteos masih berlantai satu serta dibutuhkannya sarana tambahan secara publik, maka diadakan kerja sama dengan warga untuk membuat lantai dua ruang publik di Kampung Manteos.

“Jangan jadikan warga sebagai objek saat melakukan pengabdian masyarakat,” buka Luthfi Muhammad Iqbal yang kerap disapa Obe. Diakuinya, budaya Sunda sebagai bungkus dari Festival Kampung Manteos tak hanya pemikiran satu arah dari HMP, melainkan hasil diskusi antara HMP dengan warga Kampung Manteos. Warga Kampung Manteos ingin membuat daerah mereka sebagai kampung budaya. Akhirnya terbentuk konsep acara dengan balutan kental budaya Sunda.

“Melalui festival ini, diharapkan bisa menjadikan warga Kampung Manteos lebih terfasilitasi untuk mengembangkan daerah mereka serta menjadikan pembelajaran tersendiri bagi HMP,” tutup Obe.

 

Reporter: Cahya Amalinadhi Putra (AE ’13)
Editor : Ikhwanul Muslimin (STEI’14)

Share.

Leave A Reply