ITB Berhasil Menjuarai Ganesha Tennis Tournament (GTT) 2015

0

Unit Tenis ITB (UT-ITB) tahun ini memiliki kegiatan bertajuk GTT (Ganesha Tennis Tournament), yaitu turnamen tenis antar perguruan tinggi se DKI-Jawa Barat. Turnamen ini diselenggarakan pada tanggal 25-26 April 2015 di Lapangan Tenis Saraga ITB.

Acara dengan judul yang sama sebenarnya pernah diselenggarakan pada 3 tahun yang lalu, namun dengan radius peserta yang lebih sempit yaitu hanya se-Kota Bandung. Menurut Arif, sebagai ketua UT-ITB, “Unit Tenis ITB selalu ingin berkembang dan menjadi lebih baik, tahun ini kita mencoba untuk memerluas radius hingga ke seluruh Jawa Barat dan DKI Jakarta.”

Dalam GTT tahun ini terdapat 6 perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi, yaitu ITB, UNPAR, UPI, UI, Universitas Gunadharma (UG), dan Universitas Bina Nusantara (UBINUS). Dua perguruan tinggi, yaitu ITB dan UI mengirimkan 2 tim sehingga total terdapat 8 tim yang berkompetisi.

Turnamen diselenggarakan menggunakan sistem setengah kompetisi, yaitu 8 tim dibagi ke dalam 2 grup. Dari tiap grup akan saling bertanding satu sama lain sebanyak sekali dan nantinya juara dari masing-masing grup yang akan bertanding di final. Keputusan panitia menempatkan ITB A sebagai unggulan pertama, dan UG sebagai unggulan kedua. Tim yang diunggulkan secara ototmatis akan berada pada grup yang berbeda. Hasil undian menempatkan masing-masing universitas dalam grup sebagai berikut :

Grup A : ITB A, UPI, UI A, UNPAR

Grup B : UG, ITB B, UI B, BINUS

Tim ITB A yang dimotori oleh Reynaldi Prasetyo (EP ’11), Paulus Radyan (FTI ’14), Daniel Adipradipto (GL ’13), Franky Octavianus (TM ’12), dan Husna Tokita (SBM ’14) memiliki beban yang cukup berat karena ditargetkan sebagai juara. “Saya lihat beberapa tim lawan diperkuat oleh pemain-pemain berpengalaman, mantan atlet tenis junior. Meskipun beberapa lawan cukup berat, namun kami tetap optimis untuk memeroleh hasil yang terbaik”, ujar Reynaldi Prasetyo (Tyo) selaku kapten dan pemain andalan Tim ITB A.

Lain Tim ITB A, lain pula Tim ITB B yang diisi oleh beberapa pemain veteran di ITB. Tim ITB B yang diperkuat oleh Fandhi Pradana (IF ’11), Kukuh Samudra (EP ’11), Willy Dharmawan (FTTM ’14), Ismail Halim (TM ’11) dan Dhita Septiani (MA ’11) mengaku pasrah dan tampak kurang bergairah. “Saya sebetulnya sedang fokus untuk menyelesaikan TA saya, namun tampaknya tenaga saya masih dibutuhkan oleh almamater tercinta, ya saya mau tidak mau harus siap. Toh turnamennya hanya 2 hari dan tim B tidak dibebani target apapun. Jadi ya nikmati saja turnamen ini, hitung-hitung menambah jam terbang bertanding”, tutur Fandhi sebagai kapten Tim ITB B.

Pertandingan hari pertama Tim ITB A harus menghadapi Tim UPI. Pertandingan antara ITB A vs UPI dapat dikatakan sebagai pertandingan penentu grup A. Tim UPI merupakan finalis GTT edisi sebelumnya, yang pada partai final kalah oleh Tim ITB A. Kualitas dari Tim UNPAR maupun Tim UI A di atas kertas berada di bawah Tim ITB A dan Tim UPI, sehingga siapapun yang menang di pertandingan ini, kemungkinan besar akan lolos ke babak final.

Tim UPI yang diperkuat oleh beberapa pemain berpengalaman cukup menyulitkan Tim ITB. Partai pertama tunggal putra antara Tyo vs Nurfaqih akhirnya dapat dimenangi oleh Tyo dengan susah payah. Tyo, yang pada waktu junior pernah menduduki peringkat pertama tenis junior Indonesia, menyudahi permainan Nurfaqih 8-4. Partai kedua yaitu ganda putra antara Tyo/Ryan (ITB A) vs Taufik/Reza (UPI) dapat dengan lancar dimenangkan oleh pasangan Tim ITB A dengan skor 8-1. Partai ketiga yang memainkan nomor ganda campuran antara Husna/Franky (ITB A) vs Desy/Faqih dimenangkan oleh UPI dengan kedudukan akhir 1-8. Dalam pertandingan ini Tim ITB A berhasil memenangi pertandingan dengan kedudukan 2-1.

“Sejak awal kami sudah menyiapkan strategi, untuk ganda campuran secara kualitas kita kalah jauh. Tim UPi diperkuat oleh Dessy, petenis putri andalan Jawa Barat. Sementara Nurfaqih, sudah lama tidak bertemu dia. Namun melihat pukulan saat pemanasan, saya pikir dia telah berkembang pesat dibanding 3 tahun yang lalu. Meskipun saya menang, saya cukup kewalahan dengan permainan Nurfaqih yang ulet. “, kata Tyo.

Untuk pertandingan selanjutnya, Tim ITB A dengan lancar mengalahkan Tim UI A dan UNPAR dengan skor yang sama 3-0. Sementara UPI pada pertandingan kedua berhasil mengalahkan Tim UI A dengan skor 2-1, dan menang WO atas UNPAR. Dengan demikian, Tim ITB A berhasil melangkah ke final dengan menyapu bersih seluruh pertandingan.

Beralih ke grup B, Tim ITB B pada pertandingan pertama berhasil mengatasi Tim UI B dengan skor 3-0. Hasil yang memuaskan juga diperoleh oleh Tim UG yang berhasil mengalahkan Tim Binus dengan skor 2-1. Pertandingan selanjutnya memertemukan Tim ITB B dengan Tim UG. Tim UG yang tidak diperkuat oleh pemain putri sebetulnya menguntungkan Tim ITB yang secara otomatis telah menggenggam 1 poin dari partai ganda campuran. “UKM tenis UG baru dibentuk 1 bulan yang lalu, masih sangat muda. Untuk mengumpulkan 4 orang anggota saja sejujurnya kami cukup kesulitan, dan sejujurnya lebih sulit lagi untuk menemukan pemain putri. Meskipun tanpa pemain putri, kami nekat saja pergi ke Bandung dan ikut turnamen ini.”, ujar Deggyandra, pentolan Tim UG.

Meskipun diuntungkan dengan bonus 1 poin gratis, Tim ITB secara nahas harus menelan kekalahan 1-2 dari Tim UG. Partai tunggal putra antara pemain masa depan ITB, Willy Dharmawan, melawan pemain andalan UG, Deggyandra, dimenangkan oleh Deggyandra dengan skor 4-8.  “Pada awal pertandingan saya cukup tegang, implikasinya saya sudah tertinggal cukup jauh. Di game-game akhir sebetulnya main saya sudah cukup enak, namun berat juga untuk mengejar ketertinggalan. Eggy memang pemain yang berpengalaman, dia bermain sangat baik hari ini. Kekalahan ini memacu saya untuk berlatih lebih keras”, ujar Willy.

Pertandingan ganda putra yang memertemukan Kukuh/Fandhi (ITB B) vs Deggyandra/Joshua (UG) dimenagkan oleh pasangan UG dengan skor yang cukup telak, 1-8. “Beberapa kali deuce kami gagal mendapatkan poin. Kami bermain dengan kurang tenang, sedangkan lawan bermain dengan sangat cepat. Joshua memiliki serve yang sangat keras, sementara Eggy dapat maju ke depan dengan sangat cepat. Sejujurnya kami kecewa, namun ini adalah hasil terbaik yang dapat kami berikan”, seloroh Kukuh.

Pertandingan selanjutnya antara ITB B vs Binus dimenangkan oleh Tim ITB B dengan skor 3-0. Sementara UG berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan, meskipun tanpa memainkan partai ganda campuran. Dengan hasil tersebut, Tim UG berhak untuk lolos ke partai final mewakili grup B.

Pada partai final yang memertemukan Tim ITB A dengan Tim UG, dapat dikatakan merupakan final ideal. Sejak semula beberapa pihak telah memrediksi hasil ini. Pada partai tunggal putra di final ini tim ITB A menurunkan Daniel Adiprapto yang harus menghadapi Deggyandra. Di game awal, Daniel dapat memaksa Eggy untuk pontang-panting kanan-kiri, namun di game akhir Daniel tampak kelelahan. Partai ini dapat disudahi oleh Eggy dengan skor 8-1. Meskipun kalah, Daniel dalam pertandingan tersebut berhasil mengeluarkan beberapa pukulan indah yang tidak dapat dijangkau oleh Eggy.

Partai ganda putra yang dapat dikatakan sebagai partai penentuan, Tim ITB menurunkan pasangan andalan Tyo/Ryan. Pasangan kombinasi senior junior ini dapat dikatakan merupakan pasangan terbaik ITB saat ini. Tyo yang telah masuk kategori swasta (tingkat 4 saat ini) tersohor dengan berbagai prestasinya di kancah pertenisan, baik pada tingkat ITB, maupun tingkat nasional. Sementara Ryan, yang masih TPB digadang-gadang menjadi penerus Tyo di masa depan. Dalam kedudukan 1-1 (karena Tim UG pasti kalah dalam partai ganda campuran), partai ganda putra merupakan partai hidup mati.

Awal pertandingan Tim UG berhasil unggul 1-0. Tyo yang melakukan serve berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan cukup ketat saat kedudukan menjadi 2-2. Setelah itu, Tim ITB A selalu memimpin jalannya pertandingan. Pada saat kedudukan 7-2, Tyo berhasil mengempaskan harapan Tim UG untuk menjuarai GTT 2015 setelah smash-nya yang sangat keras tidak dapat dikembalikan oleh lawan. Tim ITB A berhasil menjadi juara GTT 2015.

Selamat untuk Tim ITB A!

 Kontributor Liputan: Kukuh Samudra (EP ’11)

 

 

Share.

Leave A Reply