Pemira KM-ITB 2015 : Antara Realita, Semangat, dan Asa

0

Ganecapos.com — Sejak dibuka pada 26 Januari 2015 hingga saat ini, Pemilu Raya (Pemira) KM-ITB 2015 telah memasuki ‘jilid’ kelima. Diwarnai oleh berbagai peristiwa disekitarnya, gaung Pemira seakan timbul dan tenggelam di tengah dinamika kampus saat ini. Beberapa kejadian dalam Pemira ini dituturkan sendiri oleh pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaanya saat dipertemukan pada Jumat (17/04) malam.

Choirul (SI’11), Ketua Kongres KM-ITB 2014-2015, mengawali pembicaraan dengan menuturkan bahwa Pemira 2015 dimulai dengan acuan pada hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Pemira 2014. Dengan waktu pemilihan yang dipercepat pada Januari, menurutnya dilakukan untuk menyesuaikan periodisasi kemahasiswaan sehingga pada awalnya ditargetkan selesai pada bulan Februari. Namun ia mengakui bahwa terdapat beberapa hal yang terjadi selanjutnya. “Menurut data historis, Pemira selalu bermasalah di dua titik, yaitu verifikasi dan PPS.” ujar Choirul. Ia mengungkapkan, dua kali pelaksanaan Pemira 2015 tidak berjalan akibat terhenti pada berkas dan jumlah bakal kandidat yang mengembalikan berkas, yang kemudian membuka peluang terjadinya referendum, namun gagal. “Hal ini tak pelak menimbulkan kesan bahwa Pemira telah gagal di awal. Namun karena periodisasi harus dilaksanakan maka dibuka Pemira jilid tiga selama dua minggu untuk Pemilu PJS (Penanggung Jawab Sementara) oleh kepanitiaan baru” lanjutnya. Setelah PJS terpilih, Pemira kembali dilanjutkan dan dirancang oleh Kongres KM-ITB periode 2015-2016 yang baru terbentuk.

Wahid (STI’12) selaku Senator HMIF menuturkan, ketua panpel saat itu dipersilakan untuk merevisi tatacara pemira. “Dari beberapa hal yang diubah, salah satunya pengubahan kode prodi, yang memang cukup kontroversial. Kode prodi harus didefinisikan ulang agar tak terjadi kesalahan” ujarnya. Pada pelaksanaan keempat ini, terdapat tiga bakal kandidat yang mendaftar, namun ketiganya tidak lolos pada proses verifikasi karena kesalahan teknis. Kongres saat itu langsung merespon dengan mengeluarkan press release untuk memperpanjang masa pengembalian berkas kepada Panitia Pelaksana Pemira KM-ITB 2015.

Kondisi tersebut menimbulkan beberapa opini negatif massa kampus terhadap panitia pelaksana. “Ketika ditanya mengenai kesalahan kemarin, panpel (panitia pelaksana) mau massa kampus taat aturan dalam kondisi apapun, termasuk gagal. Walaupun salah, kita anggap salah. Kebenaran juga begitu. Kita berjuang untuk menegakkan aturan agar kedepannya gak mudah meninggalkan aturan” jawab Angga (DKV’12), Ketua Panitia Pelaksana Pemira 2015, saat memberikan tanggapan atas respon negatif yang diterimanya dan panpel. Angga juga menjelaskan bahwa dalam kondisi seperti saat ini, panpel masih bersemangat pada keberjalanan Pemira ini dengan baik.

Pihak Kongres menjelaskan bahwa penetapan Tap Kongres KM-ITB nomor 036 tahun 2015 dilakukan atas dasar pertimbangan beberapa opsi yang dilematis, yaitu PJS hingga beberapa waktu atau referendum untuk menetapkan Syarifudin atau Ayip (BE’11), yang telah lolos tahap verifikasi, sebagai calon tunggal atau bahkan langsung diangkat sebagai Ketua Kabinet KM-ITB baru. Setelah proses perdebatan, ketetapan tersebut disetujui oleh mayoritas senator, dengan memperpanjang pelaksanaan Pemira dan mengembalikan status Garry (MT’11) dan Adam (AR’11) menjadi bakal kandidat dan diminta melengkapi berkas sesuai ketentuan hingga Sabtu, 18 April pukul 15.00 WIB. Baik dari pihak Ayip, pihak Garry maupun pihak Adam, mengakui kelalaian yang dilakukannya dalam pemenuhan berkas sejak proses verifikasi awal.

Ketika ditanya mengenai kesan yang ingin dibawanya dalam Pemira kedepan, Ayip menuturkan niatnya untuk mewujudkan KM ITB yang penuh cinta dengan menyentil semangat berkemahasiswaan massa kampus. Garry mengakui bahwa setiap lembaga di KM-ITB ini bisa berjalan sendiri namun ia dan timnya ingin menjembatani keaktifan massa kampus untuk bergerak bersama dan menciptakan sesuatu yang luar biasa. Ardy (OS’11) dan Rian (FT’11) yang mewakili Adam, menuturkan bahwa timnya memiliki mimpi agar setiap mahasiswa menyadari peran dan fungsinya dan dapat menjadi pionir penggerak kemahasiswaan yang bergerak di bidangnya.

PJS Kabinet KM-ITB yang diwakili oleh Muhammad Ghozy mengakui bahwa dibalik riuh Pemira kali ini, terdapat kebutuhan akan K3M yang dirasa penting. “PJS hadir untuk mengisi kekosongan kabinet KM ITB namun massa kampus ternyata memang butuh K3M. Buktinya, banyak yang datang minta bantuan di luar arahan Kongres. Kita perlu K3M tetap yang bisa bertanggung jawab satu KM-ITB. Harapannya, salah satu dari tiga calon bisa terpilih karena tugas kita masih banyak. Kinerja KM-ITB selama 3 bulan pun kini menurun” Tuturnya.

Angga kemudian melanjutkan, apabila proses verifikasi yang akan diadakan pada Sabtu (18/4) pukul 16.00 WIB berjalan lancar maka Minggu (19/4) akan dilakukan pembekalan pada kandidat yang lolos. Selanjutnya akan diadakan hearing selama 8 hari meliputi hearing 4 zona, hearing by request, hearing terpusat, hearing Jatinangor, dan hearing TPB. Lalu PPS akan dilaksanakan selama dua hari. Pengumuman K3M terpilih akan dilakukan pada 1 Mei 2015.

Reza (GL’12) selaku Ketua Kongres KM-ITB 2015-2016 memberikan pernyataan penutup dalam pertemuan tersebut. “Kalau proses verifikasi sukses, maka ketiga calon jangan main-main. Sebab nanti tidak ada toleransi lagi dari massa. Karena social awareness massa sudah naik, siap-siap saja dibantai saat hearing. Untuk himpunan lain, pegang suara massa untuk hearing dan kalau punya masukan diutarakan saja disana. Titik tolak dari aspirasi ini akan terlihat pada proses PPS.”

Dengan semangat yang dibawa oleh masing-masing pihak, Pemira KM-ITB 2015 diyakini oleh banyak pihak telah kembali semarak, dengan pihak-pihak terkait yang telah siap untuk menyukseskan proses ini. Harapan selanjutnya kini berada pada seluruh massa kampus, dengan pilihan yang akan memengaruhi keberjalanan KM-ITB berada dalam genggaman masing-masing.

 

Kontributor : Ajeng Puspita (KI’13)

Editor : Muhammad Rezky (FMIPA’14)

 

Share.

Leave A Reply