Mahasiswa dan Rektorat Saling Curhat di Forum DBKR

0

GANECAPOS.com — Kabinet KM-ITB melalui Kementerian Advokasi mengadakan forum Duduk Bareng Kabinet Rektorat (DBKR) di Aula Barat, Sabtu 28 Februari 2015. Forum tersebut dihadiri sejumlah perwakilan rektorat yang meliputi Rektor, Wakil Rektor di beberapa bidang, dan Kepala Lembaga terkait. Sedangkan dari perwakilan mahasiswa dihadiri oleh K3M, jajaran menterinya, ketua UKM dan HMJ atau yang mewakilinya.

Forum yang dikemas secara santai tersebut dimulai pukul 14.00 WIB. Baik rektorat maupun para mahasiswa duduk bersila di karpet yang disediakan di dalam Aula Barat. Kesan santai juga berlangsung selama pembicaraan. Forum yang berlangsung 2 arah tersebut cukup memantik ‘curhatan’ dari kedua pihak.

Sebelum forum ini diselenggarakan, massa kampus juga telah berdiskusi mengenai hal-hal apa saja yang akan diusulkan ke pihak rektorat. Sehingga pada saat forum berlangsung, mahasiswa diharapkan sudah satu suara. Beberapa hal yang dibahas dalam DBKR tersebut antara lain pola hubungan mahasiswa-rektorat, status ITB sebagai PTN-BH, dan hubungan antara mahasiswa dan dosen.

Pada sambutannya, Prof. Dr. Kadarsah Suryadi menyampaikan, pihak rektorat sangat concern terhadap kesejahteraan mahasiswa. “Lebih dari 20% dari total mahasiswa ITB mendapatkan beasiswa”, ucap beliau. Pak Kadarsah juga menekankan pentingnya pengembangan softskill untuk menunjang kemampuan teknis yang dimiliki mahasiswa ITB yang umumnya “diatas rata-rata”. “Lulusan ITB itu banyak dicari orang Jepang, baik untuk bekerja maupun melanjutkan kuliah S-2 seperti di Osaka University”, sambungnya.

Lain lagi dengan Pak Bermawi selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Beliau berpesan kepada para mahasiswa, agar disamping aktif di bidang hard skill dan soft skill, diharapkan mahasiswa juga menjaga kebugaran tubuhnya agar bisa beraktivitas secara maksimal. Pak Bermawi menambahkan, nantinya akan dibangun kantin yang bisa menampung lebih kurang 1000 mahasiswa yang khusus menyediakan menu sehat untuk para mahasiswa.

Tiba pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa juga aktif bertanya pada jajaran rektorat. Seperti pertanyaan Gary (MT ’11) tentang kejelasan status K3M periode berikutnya. “Apakah PJS nantinya akan sama statusnya dengan K3M di mata rektorat ?” tanya Gary. Pak Kadarsah menyampaikan, apapun sebutan untuk Ketua Kabinet KM ITB, di mata rektorat hubungannya sama seperti bapak dengan anak, sehingga tidak akan mempengaruhi birokrasi maupun pendanaan dari rektorat untuk kegiatan kabinet KM ITB.

Pertanyaan lain terkait dengan kesulitan mahasiswa afirmasi beradaptasi di lingkungan ITB, baik secara akademik maupun non-akademik. Pihak rektorat menyampaikan, sebenarnya mahasiswa afirmasi merupakan wewenang dari DIKTI. Namun ITB sebagai kampus penerima tetap akan membantu mahasiswa tersebut, seperti mengadakan tutor rutin, membantu kesiapan kuliah, dan lainnya.

Setelah acara ‘saling curhat’ selesai, dilanjutkan dengan hiburan dan ramah – tamah. Diharapkan forum DBKR ini dapat menjadi jembatan untuk memulai hubungan yang baik antara rektorat dengan mahasiswa, sehingga ITB bisa berkembang dalam harmoni, sesuai dengan slogannya ‘In Harmonia Progressio’.

Reporter : Wildan S. Nahar (FI ’13)

Share.

Leave A Reply