Information Center : Sisi Lain dari Ruang Galeri ITB yang Terlupakan

0

GANECAPOS.com — Ada fenomena langka yang dapat dilihat oleh mahasiswa saat ITB merayakan dies natalis ke-56, yakni dibukanya ruang Information Center untuk pengunjung. Saat ini memang sedang diadakan pameran produk dan karya yang akan berlangsung sampai 8 Maret 2015 di ruang Information Center. Tapi tahukah Anda tentang fakta lain seputar ruang ini ? Kerabat Pers Mahasiswa berhasil sedikit menggali informasi tentang hal tersebut. Berikut ulasan lengkapnya…

Siapa di antara mahasiswa ITB yang tidak mengetahui keberadaan ruang Information Center ? Pasti semua mahasiswa mengetahui keberadaan ruang ini. Namun, apakah kita mengetahui bahwa sebenarnya ruang ini terbuka untuk umum setiap harinya ? Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ruang ini adalah galeri karya ITB yang setiap harinya berhak dikunjungi oleh pengunjung, baik itu mahasiswa maupun masyarakat umum. Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Asep, petugas yang bertanggungjawab atas ruang Information Center, ketika ditemui dalam acara pameran produk karya dan inovasi dies natalis ke-56 ITB.

Beliau telah melakukan survei ke beberapa mahasiswa terkait hal tersebut. Beliau menyampaikan, “Banyak di antara mahasiswa ITB yang tidak pernah memasuki ruangan ini karena mereka berpikir bahwa ruangan ini adalah ruang terlarang yang dilarang untuk dimasuki oleh mahasiswa.” Dari ungkapan tersebut beliau menyampaikan suatu rencana ke depan terkait Information Center ITB yaitu akan dijadikan e-museum ITB. Konsep ini tercipta lantaran tuntutan zaman yang mengharuskan kampus ini menampilkan produknya dalam bentuk elektronik dan mememenuhi kebutuhan mahasiswa akan informasi.

ic2

Seorang mahasiswa sedang mengamati pameran karya di dalam ruang Information Center ITB

Saat ditanya bagaimana konsep e-museum yang akan diterapkan di ITB, Pak Asep berujar, “E-museum ITB nantinya akan ada penambahan dalam beberapa hal dari keadaan yang sudah ada sekarang. Hal tersebut antara lain yaitu dinding kaca yang bertindak sebagai komputer digital untuk menampilkan informasi seputar ITB dan fakultas-fakultas di ITB sehingga mahasiswa tidak perlu mendatangi TU prodi masing-masing. Selanjutnya, akan ada tampilan produk berupa hologram layaknya museum-museum di luar negeri,”. Beliau menambahkan bahwa sebenarnya di ruang Information Center terdapat tiga bagian, yaitu ruang galeri produk yang berada di depan, ruang produk digital yang berada di sebelah kiri, dan ruang teater film dengan kapasitas maksimum 40 orang. Selain itu, ruang Information Center akan mengadakan semacam exhibition setiap dua minggu atau 1 bulan sekali untuk menampilkan karya-karya putra-putri ganesha.

Namun, rencana tersebut masih cukup lama karena terdapat beberapa hambatan dalam realisasi e-museum ITB tersebut. Dalam penyampaiannya, Pak Asep menambahkan kembali, “Hambatan kami saat ini adalah mahalnya biaya produk dan hologram yang akan kami tampilkan. Selain itu, peresmian rencana e-museum baru diresmikan pada 2 maret 2015 pada bertambahnya usia ITB ke-56.” Tentunya recana ini harus selalu kita dukung demi tercapainya ITB yang sebagai kampus yang berbasis IT di masa mendatang. Dari rencana ini juga, secara tersirat, diharapkan mahasiswa-mahasiswi ITB bisa menciptakan suatu produk terbaru yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Reporter : Bayu dan Meilani (FITB ’14) – Editor : Wildan (FI ’13)

Share.

Leave A Reply