Pemira Gagal : Forum Kongres Masih Menyisakan Pertanyaan

1

logo-KM-ITB

ganecapos.com — Bertempat di selasar GKU Barat, Senin 16 Februari 2015, Kongres KM ITB mengadakan forum terbuka untuk menghimpun aspirasi dari massa kampus yang mayoritas merupakan perwakilan himpunan. Forum malam itu dipimpin oleh Irul (Senator HMS). Forum dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan menghimpun aspirasi dari perwakilan himpunan terkait bagaimanakah Ketua Kabinet KM-ITB (K3M) dan MWA-WM ITB ke depannya. Forum yang dibuka dengan doa diharapkan mampu menghasilkan sebuah solusi terkait kejelasan Pemilu Raya (Pemira) dan status pemegang kekuasaan sementara K3M serta MWA-WM. Tarik ulur aspirasi dari tiap perwakilan himpunan sempat membuat moderator malam itu cukup ‘kewalahan’ untuk menampung pendapat dari berbagai himpunan yang hadir.

Forum Kongres KM ITB ini bermula karena kegagalan Pemira 2015 sebanyak 2 kali yang disebabkan oleh tidak lengkapnya berkas yang harus dikembalikan calon (K3M dan MWA-WM) ke panitia. Masing-masing hanya 1 kandidat yang mengembalikan berkas pada saat pembukaan kembali pendaftaran PEMIRA yaitu Muhammad Garry (MT ’11) sebagai kandidat K3M dan Anna Fitria (FI ’11) sebagai kandidat MWA-WM. Tentunya hal ini tidak memenuhi statuta sehingga kedua kandidat digugurkan ketika batas akhir verifikasi berkas kandidat pada Jumat, 13 Februari 2015. Kegagalan tersebut untuk sementara waktu, membuat Pemira diserahkan kembali kepada Kongres untuk menentukan langkah berikutnya. Akibatnya, terdapat ketidakjelasan fungsi dari Panitia Pelaksana (Panpel) Pemira KM-ITB 2015  saat ini. Dasar itulah yang memunculkan dilaksanakannya forum terbuka kongres ITB pada malam ini.

Banyak aspirasi yang terhimpun dari total 28 himpunan yang hadir serta 1 perwakilan unit, ISH Tiben. Beberapa aspirasi yang menarik untuk diangkat antara lain aspirasi dari perwakilan HMTG ‘GEA’ melalui senatornya, Reza Riezqi Ramadhan. GEA menyarankan lebih baik untuk ‘Skip’ angkatan 2011. Saran tersebut dikemukakan karena GEA menilai tidak adanya kemampuan dan niat dari angkatan 2011, yang secara budaya adalah waktu mereka untuk memimpin, untuk mengajukan diri sebagai calon K3M dan MWA-WAM sampai batas waktu yang ditentukan. GEA menyarankan untuk memilih PJS (Penanggung Jawab Sementara) untuk menjaga keberjalanan kabinet dan lebih difokuskan kepada perbaikan sistem di tubuh KM-ITB. GEA juga menyarankan untuk tanpa referendum. Selain itu, GEA juga menambahkan manfaat yang akan didapatkan adalah kesamaan timeline kaderisasi untuk semua lembaga di akhir tahun 2015.

Pendapat lainnya juga disampaikan perwakilan dari IMG agar Panpel dibubarkan dan melaksanakan SIK (Sidang Istimewa Kongres) untuk membahas nasib Pemira. Perwakilan IMG tidak setuju dengan keberadaan PJS/PLT untuk K3M dan MWA-WM karena ketidakjelasan wewenang yang akan dimiliki. Ia juga menambahkan, “Dikhawatirkan akan ada vacuum of power setelah Bang Jeffrey turun namun tetap dikonsepkan dengan baik terkait pemilihan K3M dan MWA-WM.”  Namun hal itu ditolak oleh beberapa himpunan, termasuk salah satunya perwakilan KMPN yang cenderung lebih setuju kepada adanya PJS untuk batas waktu yang ditentukan bersama dan menyiapkan Pemira yang tetap dipegang oleh panitia pelaksana. Hingga pukul 21.00 WIB, berbagai usulan dari massa himpunan masih belum memberikan kejelasan terkait nasib Pemira ITB 2015.

Pada pukul 21.45, akhirnya forum ditutup dengan beberapa ‘pertanyaan’ yang kembali diserahkan kepada masing-masing lembaga yang berwenang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berupa opsi yakni :

  1. Metode penentuan K3M, yaitu :
  • Referendum
  • PJS yang ditentukan melalui sidang paripurna Kongres KM ITB
  1. Metode pemilihan MWA-WM

Pemisahan cara untuk menentukan MWA-WM dengan K3M disebabkan karena keberadaan MWA-WM yang dibutuhkan segera yaitu paling lambat bulan April 2015

Malam yang panjang ditutup dengan sebuah kalimat dari moderator, ”Mari sama-sama kita cerdaskan massa kampus dengan berita-berita yang baik bukan lagi isu-isu yang dapat membuat ITB ini tak kondusif.”

Reporter : M. Bayu Pratama (FITB ’14)

Editor : Wildan S. Nahar (FI ’13)

Share.

1 Comment

  1. Pingback: Kongres KM ITB Beri Kepastian Soal Pemira

Leave A Reply