Nasib KM ITB Belum Pasti, LK Percayakan 1,4 M untuk Kemahasiswaan

3

GANECAPOS.com – Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB di bawah kepemimpinan Brian Yuliarto, Ph. D. memberikan angin segar untuk KM-ITB lewat kebijakan yang disampaikan pada Pertemuan Kemahasiswaan, Sabtu (28/02/15), bertempat di Basement Campus Center Barat. Transparansi aliran dana kemahasiswaan yang dikelola oleh LK menjadi topik yang menarik perhatian para perwakilan himpunan dan unit kegiatan mahasiswa. Selain itu, hadir pula pimpinan Direktorat Sarana dan Prasarana, UPT K3L, dan UPT Olahraga untuk menjabarkan kebijakan terkait penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan di kampus ITB.

Kepala LK menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan di ITB berkisar pada nilai 5,5 M tiap tahunnya. Berbagai kategori kegiatan didukung oleh ITB melalui perantara LK. Untuk program pengabdian masyarakat yang umumnya diajukan oleh himpunan, LK menganggarkan 1 M. Kepala LK pun menekankan bahwa tiap himpunan berpotensi mendapatkan bantuan dana sebanyak 25-40 juta. Maka dari itu, LK sangat mengharapkan karya fenomenal untuk diterapkan di masyarakat.  Selain itu, untuk bantuan operasional, LK menyiapkan 400 juta anggaran dana. Lain lagi untuk mendukung partisipasi dalam kompetisi nasional maupun internasional,  910 juta pun telah khusus dianggarkan oleh LK.

Untuk kegiatan mahasiswa, LK ke depannya akan menyerahkan pengelolaannya kepada mahasiswa di bawah kendali Kabiet KM-ITB. ”Kami berharap kedepannya 1,4 dikelola oleh KM, yang mendiskusikan dan menetapkan adalah mahasiswa,” ujar Kepala LK kepada massa kampus yang memenuhi CC Barat. Kebijakan ini diharapkan dapat menjembatani pendanaan yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Referendum Ditolak, Nasib KM-ITB Belum Pasti

Ironi, kebijakan pengelolaan dana secara mandiri oleh mahasiswa menghadapi realita keputusan Sidang Istimewa Kongres pada Jumat (27/02/15). Sidang malam itu membahas draft referendum yang diajukan oleh HMIF, HMS, KMKL, Terra, MTM, dan HMF. Di dalam draft tersebut, diajukan keabsahan verifikasi 1 calon Ketua Kabinet KM-ITB.

Dari 24 perwakilan himpunan yang hadir, 14 himpunan menyetujui draft tersebut. Namun, jumlah tersebut tidak mencukupi persyaratan sahnya keputusan SIK yaitu 2/3 dari perwakilan himpunan yang hadir. Oleh karena itu, kongres tidak mengesahkan draft referendum pada kesempatan tersebut. Senator kemudian memutuskan untuk kembali ke himpunan masing-masing guna menarik aspirasi massa kampus terkait masa depan KM-ITB.

Tentunya, sampai ada kepengurusan terpusat yang jelas, LK belum akan menyerahkan pengelolaan dana 1,4 M kepada mahasiswa. “Organisasi tingkat pusat terus terang kita sangat perlu,” ungkap Kepala LK.

Reporter: Mega Liani Putri (TL 13)

Share.

3 Comments

  1. Bukan Siapa-siapa on

    Jadi masalahnya dimana?
    Kalau memang anggota KM ITB adalah seluruh mahasiswa S1 ITB, harusnya hal-hal terkait dana LK yang dibagikan untuk biaya kegiatan mahasiswa (unit, kabinet, dan himpunan) harusnya bisa dipisah dan ditindak lanjut oleh seluruh mahasiswa S1 ITB.
    Tinggal bikin tim yang ngurusin masalah dana ini, deal2an mau dibagi berapa2, disepakati bersama, selesai.
    Hidup jangan dibawa susah lah.

  2. Pedo udah lulus on

    Jadi apa hubungannya dek LK nganggarin duit buat kegiatan kemahasiswaan sama kabinet mau pemilu aja kelamaan kayak biasanya? Emang kalo unit/himpunan mau nyairin dana ke LK harus minta ttd presiden KM? Siapa elu?

  3. Masalahnya, mas bukan siapa siapa dan mas pedo sudah lulus barangkali belum paham bedanya governance dan government. Saya juga bukan siapa siapa. Anarkisme adalah kesusahan yang timbul karena hidup yang ingin dibuat ga susah mas.

Leave A Reply