Kongres KM ITB Beri Kepastian Soal Pemira

0

GANECAPOS.com — Setelah mengadakan forum terbuka terkait keberlangsungan Pemilu Raya KM ITB 2015 Senin lalu (16/02/2015), masih tersisa beberapa pertanyaan yang belum terjawab, salah satunya mengenai mekanisme pemilihan Ketua Kabinet KM ITB (K3M), apakah menggunakan sistem referendum atau sistem penanggung jawab sementara (baca: Pemira Gagal, Forum Kongres Masih Menyisakan Pertanyaan). Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Kongres KM ITB kali ini mengadakan forum tertutup pada Jumat malam (20/02/2015). Forum tersebut dihadiri tak kurang oleh 17 senator HMJ.

Berdasarkan Press Release Kongres KM-ITB tentang keberjalanan Pemilu Raya-KM ITB yang dikeluarkan secara online (baca: Press Release Kongres KM ITB), forum tertutup kali ini diakhiri pada Sabtu dini hari pukul 01.27 (21/02/15) dan menghasilkan empat poin kesimpulan.

Dua poin pertama pada kesimpulan forum ini menjawab keraguan massa kampus terkait status panitia pelaksana (Panpel) Pemira dan para bakal calon yang telah menyerahkan berkas hingga batas pengumpulan berkas bakal calon K3M dan MWA-WM (13/02/2015) yang terus dipertanyakan. Poin pertama menyatakan bahwa status panpel pemira KM ITB 2015 masih aktif. Dengan kata lain, panpel pemira masih harus bersiaga menunggu keputusan akhir kongres hingga terpilihnya K3M dan Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa (MWA-WM) yang baru. Lalu, poin kedua menyatakan bahwa status masing-masing bakal calon, yaitu M. Pramaditya Garry H (MT ‘11) sebagai bakal calon K3M dan Anna Fitria (FI ‘11) sebagai bakal calon MWA-WM, masih berlaku dan akan dibahas lebih lanjut di kemudian hari. Selain itu, bagi pihak yang sempat mengambil berkas sebelumnya namun tidak mengembalikannya sampai batas pengumpulan berkas dianggap telah mengundurkan diri.

“Atas putusan kongres tadi pagi, pertama saya mewakili segenap tim ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada teman-teman kongres. Bagi kami, putusan tadi pagi adalah sebentuk rasa percaya yang mesti kami jawab dengan upaya lebih keras lagi. Kami masih menunggu putusan kampus.” ujar Garry menanggapi keputusan kongres untuk masih memberlakukan status bakal calon K3M-nya.

Pada poin ketiga, mulailah terjawab pertanyaan yang masih menggantung pada forum terbuka sebelumnya, yakni mengenai mekanisme pemilihan K3M ITB. Di poin ini dinyatakan bahwa Kongres KM ITB akan melaksanakan Sidang Istimewa Kongres KM ITB untuk membahas Referendum Pemilu Raya KM ITB 2015. Pelaksanaan sidang istimewa ini akan dilaksanakan berdasarkan usulan dari enam lembaga, yaitu HMS, HMM, KMKL IMMG, MTM, dan HMIF atau sudah 1/5 dari anggota kongres. Sehingga, mekanisme yang akan dipakai untuk menentukan K3M dan MWA-WM adalah referendum dan untuk teknis referendumnya seperti apa akan dibahas lebih lanjut di sidang istimewa nanti.

Pada poin terakhir, kongres menyerukan kepada HMJ yang belum memiliki senator untuk segera mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam Sidang Istimewa Kongres KM ITB. Ini merupakan seruan yang cukup penting mengingat untuk menghasilkan keputusan yang menyeluruh dari massa kampus, diperlukan perwakilan dari tiap HMJ yang menaungi hampir seluruh massa kampus, kecuali mahasiswa TPB yang diwakilkan oleh HMJ dari fakultasnya.

“Jadi pemira ini akan dikembalikan ke himpunan-himpunan. Jadi statusnya jelas menurutku, tidak menggantung. Harapannya, semoga menghasilkan Ketua Kabinet yang terbaik.” jawab Choirul Rama Saputra (SI ‘11) selaku Ketua Kongres ketika ditanya mengenai harapannya tentang pemira (21/02/2015).

Dengan keluarnya kesimpulan dari forum kongres KM ITB semalam melalui press release online bahwa Pemira akan dilaksanakan dengan cara referendum, massa kampus diharapkan mengetahui kondisi terkini mengenai pemira KM ITB sebagai ajang transisi pergantian kepemimpinan di kemahasiswaan ITB dan terus mengawal pemira ini agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Harapanku semoga keputusan ini membawa KM ITB ke arah yang lebih baik.” harap Choirul.

Reporter : Adil dan Hanif (FTSL ’14)

Editor : Wildan (FI ’13)

Share.

Leave A Reply